Kapal destroyer Type 055 China kini dilengkapi rudal anti-siluman & anti-satelit


Kapal destroyer Type 055 milik China terlihat selama upacara peluncurannya di Galangan Kapal Jiangnan di Shanghai, China 28 Juni 2017

Sumber: Global Times | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID – BEIJING. Beberapa tahun terakhir ini, China dengan serius menggarap kapal destroyer Type 055 kelas 10.000 ton di dalam negeri. Baru-baru ini media lokal mengabarkan bahwa kapal Type 055 memiliki kemampuan anti-siluman dan anti-satelit.

China Central Television (CCTV), pada hari Minggu (11/10), melaporkan bahwa Type 055 China dilengkapi dengan radar dual-band yang memiliki kemampuan anti-siluman sekaligus anti-satelit di orbit rendah Bumi. Pakar militer China menilai kemampuan tersebut akan memberikan keunggulan penting dalam perang modern.

Kapal destroyer Type 055 ada di kelas 10.000 ton. Kapal perang ini memiliki panjang 180 meter, lebar 20 meter, dan dilengkapi dengan 112 peluncur rudal di berbagai sisi.

Rudal dari Type 055 mampu diluncurkan dalam berbagai model serangan, seperti permukaan ke udara, anti-rudal kapal, serangan darat, dan rudal anti-kapal selam.

Baca Juga: Armada kapal ikan China merapat ke Amerika Selatan, Chili waspada

Kepada Global Times, Wang Ya’nan, seorang pakar penerbangan dan luar angkasa China memperkirakan, kapal Type 055 mampu membawa sejenis rudal pertahanan udara yang bahkan mampu mencapai target di orbit rendah Bumi.

Dengan ukurannya yang besar, Wang juga menilai bahwa serangkaian perangkat teknologi rudal anti-satelit bisa bekerja lebih baik dan menjangkau target dengan lebih luas.

Pada tahun 2007 silam, China berhasil melakukan uji coba penghancuran satelit yang ada di orbit Bumi. Kementerian Luar Negeri China saat itu menekankan bahwa China berkomitmen untuk mebangun ekosistem luar angkasa yang damai.

Baca Juga: Ini senjata baru India untuk menghadapi kapal selam China yang semakin banyak





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dampak La Nina, BMKG Prediksi Curah Hujan Tinggi pada Oktober-November

Sen Okt 12 , 2020
VOA —  Dwikorita Karnawati, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengatakan curah hujan bulanan berpotensi meningkat 40 persen di atas normal pada Oktober-November di hampir semua wilayah Indonesia, kecuali Sumatera. Hal itu seiring dengan adanya fenomena La Nina di Samudera Pasifik Ekuator yang terdeteksi pada awal Oktober 2020. Dwikorita menjelaskan bahwa dari hasil pengamatan suhu muka air laut di Samudera Pasifik selama dua bulan, fenomena La Nina tahun mulai […]