Kaligrafi Mao Zedong yang Dicuri, Ditemukan Terbagi Dua

Genre: News
Dilihat: 0 views



Polisi mengatakan sebuah gulungan kaligrafi bernilai jutaan dolar yang ditulis oleh mantan pemimpin China Mao Zedong ditemukan dalam keadaan dipotong setengahnya. Kaligrafi tersebut dicuri bulan lalu dalam sebuah perampokan di Hong Kong.

Associated Press mengutip The South China Morning Post, Kamis (8/10) melaporkan gulungan itu ditemukan rusak ketika polisi menangkap seorang pria berusia 49 tahun pada akhir September. Ia dicurigai menjadi penadas properti curian. Gulungan itu dipotong menjadi dua oleh pembeli yang telah membelinya seharga 500 dolar Hong Kong (Rp 948.500) dan percaya gulungan itu palsu.

“Menurut penyelidikan kami, seseorang mengira kaligrafi itu terlalu panjang,” kata Tony Ho, pengawas senior Biro Kejahatan Terorganisir kepolisian, pada konferensi pers Selasa (6/10) “Sulit untuk menunjukkannya, untuk menampilkannya, dan itulah mengapa itu dipotong menjadi dua.”

Polisi mengatakan gulungan itu adalah bagian dari pencurian bernilai jutaan dolar yang dilakukan oleh tiga pencuri dari apartemen kolektor Fu Chunxiao pada bulan September. Fu, yang terkenal dengan koleksi perangko dan seni revolusionernya, berada di daratan China pada saat pembobolan tersebut dan belum berada di Hong Kong sejak Januari karena pandemi virus corona.

Pencuri mengambil 24 ribu perangko China, 10 koin, dan tujuh gulungan kaligrafi dari apartemen Fu, tempat ia menyimpan koleksinya. Fu memperkirakan kaligrafi Mao bernilai sekitar $ 300 juta (Rp 4,41 triliun) dan total pencurian diperkirakan mencapai $ 645 juta. Namun, belum ada penilaian independen terkait koleksi tersebut.

Polisi telah menangkap tiga pria sehubungan dengan perampokan tersebut dan karena dicurigai memberikan bantuan kepada para penjahat. Ho mengatakan, setidaknya dua orang yang terkait dengan perampokan itu masih buron.

Polisi mengatakan, meskipun beberapa barang yang dicuri telah ditemukan, tetapi 24 ribu perangko dan enam gulungan kaligrafi lainnya belum ditemukan. [ah/au]



Source link

Diposting di News,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *