Jumlah Korban Tewas dalam Konflik Armenia-Azerbaijan Bertambah



Pertempuran sengit antara pasukan Azerbaijan dan Armenia pada Senin (28/9) memicu retorika permusuhan dari Turki, meskipun ada seruan internasional untuk dihentikannya pertikaian antar negara-negara yang bermusuhan itu.

Armenia dan Azerbaijan terlibat dalam sengketa wilayah terkait etnik Armenia di wilayah Nagorny Karabakh selama puluhan tahun, dengan pertempuran mematikan pecah awal bulan Juli lalu dan pada 2016.

Wilayah itu mendeklarasikan kemerdekaan dari Azerbaijan setelah perang pasa awal 1990an yang menewaskan 30.000 orang. Tapi kemerdekaan itu tidak diakui oleh negara manapun termasuk Armenia — dan masih dianggap sebagai bagian dari Azerbaijan oleh masyarakat internasional.

Pertikaian antara Azerbaijan yang didominasi Muslim dan Armenia yang didominasi Kristen bisa melibatkan pemain regional seperti Rusia, yang memiliki aliansi militer dengan Armenia dan Turki, yang mendukung Azerbaijan.

Kementerian pertahanan Karabakh mengatakan 27 tentara tewas dalam pertempuran Senin (28/9) — sehingga jumlah korban militer mencapai 58. Jumlah korban tewas keseluruhan naik menjadi 67, termasuk 9 warga sipil: 7 di Azerbaijan dan 2 di sisi Armenia.

Azerbaijan belum melaporkan adanya korban militer, tapi para pejabat separatis Armenia merilis video yang memperlihatkan beberapa kendaraan terbakar dan jenazah sejumlah tentara yang katanya merupakan tentara Azerbaijan.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Senin (28/9) memerintahkan mobilisasi parsial dan Jenderal General Mais Barkhudarov berjanji untuk “berperang hingga tetes darah terakhir untuk benar-benar menghancurkan musuh dan menang.”

Para pemimpin dunia menyerukan ketenangan. Mereka mengkhawatirkan konflik skala penuh. Juru bicara pemerintah Rusia Dmitry Peskov mengatakan Rusia mencermati situasinya dan bahwa prioritas utamanya adalah “menghentikan permusuhan, bukan berurusan dengan siapa yang benar atau salah.”

Tapi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuntut Armenia menghentikan “pendudukan” di Karabakh. “Sudah waktunya krisis di kawasan yang dimulai akibat pendudukan Nagorny Karabakh untuk diakhiri,” kata Erdogan. “Kini Azerbaijan harus mengatasinya sendiri.”

Armenia telah menuduh Turki ikut campur dalam konflik itu dan mengirim para prajurit upahan ke Azerbaijan. Sebuah organisasi pengawas perang mengatakan Turki telah mengirim sedikitnya 300 proksi dari Suriah utara untuk bergabung dengan pasukan Azerbaijan. [vm/lt]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bisnis Katering di Tepi Barat Beralih ke Mobil Kedai di Tengah Pandemi

Sel Sep 29 , 2020
Dari hotdog hingga kopi. Pebisnis makanan dan minuman di Tepi Barat, Palestina, kini mengandalkan mobil kedai alias food truck untuk secara proaktif mendatangi calon pembeli. Dengan begitu, bisnis tetap beroperasi semasa pandemi, dan pembeli bisa menerapkan jarak fisik. Issa Haj Yasin memarkir kendaraannya di tepi jalan utama Ramallah, kota di Tepi Barat. Ia menjual hotdog. Penampilan kendaraannya, yang berperan sebagai mobil kedai alias food truck, adalah hal baru di Tepi […]