Jumlah kematian akibat corona di India melewati 100.000, tak ada tanda pandemi usai

Dilihat: 0 views


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – NEW DELHI. Jumlah kematian di India akibat virus corona meningkat melewati 100.000 pada Sabtu (3/10), menjadikannya negara ketiga di dunia dengan tingkat kematian terbanyak akibat virus corona.

Mengutip Reuters, Sabtu (3/10), Kementerian Kesehatan India melaporkan total kematian di India akibat virus corona naik menjadi 100,842, sementara jumlah infeksi naik menjadi 6,47 juta kasus setelah peningkatan kasus harian sebanyak 79.476.

Kini, India menjadi negara dengan tingkat infeksi harian tertinggi di dunia.

Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi yang dihadapkan dengan kejatuhan ekonomi setelah memberlakukan lockdown ketat untuk membendung penyebaran virus corona pada akhir Maret, terus maju dengan membuka penuh negara itu.

Baca Juga: Jumlah kematian Covid-19 capai 1 juta, Sekjen PBB: Ini pencapaian yang buruk

Pekan ini, bioskop diizinkan untuk kembali dibuka dengan kapasitas setengah, dan pihak berwenang dapat memutuskan untuk membuka kembali sekolah mulai pertengahan bulan ini.

Para ahli kesehatan mengungkapkan, menjelang musim dingin dan musim liburan, termasuk festival Hindu Diwali bulan depan, India dapat mengalami lonjakan kasus.

“Kami telah melihat beberapa penurunan kurva virus baru-baru ini, tetapi ini mungkin puncak lokal, mungkin ada lagi yang akan datang,” kata Bhramar Mukherjee, seorang profesor biostatistik dan epidemiologi di Universitas Michigan seperti dikutip Reuters.

Dia mengatakan data menunjukkan lebih dari 7% dari populasi 1,3 miliar telah terpapar virus, yang berarti India masih jauh dari segala jenis herd immunity.

Jumlah kasus bisa meningkat menjadi 12,2 juta pada akhir tahun tetapi tingkat penyebarannya akan bergantung pada seberapa efektif tindakan seperti jarak sosial, katanya.

“Jadi itu akan terus berlanjut seperti kumparan yang terbakar lambat, itulah harapan saya, dan kami harus memainkan permainan panjang untuk menghentikannya agar tidak menjadi api yang liar.”






Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *