Jaksa Agung Australia Bantah Tuduhan Pernah Memerkosa

Jaksa Agung Australia, Christian Porter, membantah melakukan hubungan seksual dengan seorang remaja berusia 16 tahun yang menuduh ia memerkosanya 33 tahun lalu. Ia mengatakan, Rabu (3/3), ia tidak akan mengundurkan diri sebagai pejabat hukum tertinggi negara itu.

Dalam pernyataannya di hadapan wartawan, Porter mengatakan tuduhan pemerkosaan yang dilaporkan itu tidak mengharuskan ia mundur dari jabatannya. “Jika saya mundur dari posisi saya sebagai jaksa agung karena munculnya tuduhan mengenai sesuatu yang tidak terjadi, maka siapa pun di Australia dapat kehilangan karier dan pekerjaan hanya karena munculnya tuduhan tertulis,” kata Porter.

Porter malah mengatakan, ia akan mengambil cuti selama beberapa pekan untuk menjaga kesehatan jiwanya setelah tuduhan itu baru-baru ini diketahui publik. Ia berpendapat, ia akan bisa kembali bekerja setelah cuti tersebut.

Mantan jaksa penuntut pidana berusia 50 tahun itu mengatakan ia memutuskan untuk berbicara setelah polisi mengatakan sehari sebelumnya bahwa tidak ada cukup bukti yang dapat diterima untuk melanjutkan penyelidikan kriminal

Perempuan yang menuduh Porter melakukan pemerkosaan itu bunuh diri tahun lalu, dan tuduhannya terhadap Porter terungkap pekan lalu setelah muncul surat kaleng yang ditujukan Perdana Menteri Scott Morrison dan tiga anggota parlemen perempuan.

Sejumlah pengacara terkemuka dan teman-teman perempuan itu telah meminta penyelidikan independen untuk menguji bukti-bukti terhadap Porter.

Sebelumnya, media-media di Australia hanya melaporkan bahwa tersangka pemerkosa adalah salah satu dari 16 pria di Kabinet Morrison yang beranggotakan 22 orang, tetapi kemudian nama Porter teridentifikasi secara luas di internet.

Morrison sendiri sebelumnya mengungkapkan penyangkalan Porter tanpa menyebut nama tersangka, dan mengatakan bahwa tuduhan itu harus diserahkan ke polisi untuk ditangani.

Porter mengatakan, ia ingat bahwa ia berusia 17 tahun ketika bersama penuduh — yang saat itu berusia 16 tahun – berkompetisi dalam tim debat sekolah yang beranggotakan empat orang pada Januari 1988. Ia mengatakan ia belum pernah mendengar kabar dari perempuan tersebut sejak itu.

“Saya tidak pernah berhubungan intim dengan korban. Itu tidak terjadi pada kami, ” kata Porter. “Saya ingat perempuan itu sebagai orang yang cerdas, dan bahagia,” tambahnya.

Perempuan itu belum diungkap namanya. Polisi sedang mempersiapkan bukti untuk membantu petugas koroner menentukan penyebab kematiannya.

Kasus ini semakin meningkatkan sorotan terhadap parlemen terkait pelecehan seksual dan kekerasan. Seorang staf di kantor seorang menteri, dua pekan lalu membuat tuduhan yang tidak terkait bahwa ia telah diperkosa oleh seorang rekan seniornya. [ab/uh]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Alvin Pramono, Ketua Persatuan Mahasiswa Indonesia Amerika

Rab Mar 3 , 2021
Alvinnsyah Pramono seorang dokter yang menempuh pendidikan di Rutgers, The State University of New Jersey, bercerita pengalamannya menjadi presiden Permias nasional di Amerika. Alvin juga bercerita perannya menjadi ketua satgas dalam penanganan Covid-19 untuk mahasiswa Indonesia di Amerika. Source link