Internet Pengaruhi Kesehatan Mental, Pandemi Membuat Ekosistem Digital Kurang Sehat

  • Bagikan
banner 468x60


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Survei WHO mengungkapkan selama pandemi Covid-19, bulan Juni hingga Agustus 2020 sebanyak 60% orang yang tersebar di 130 negara mengalami permasalahan kesehatan mental. Di Indonesia sendiri rentang usia 30-39 tahun mengalami kecemasan terbanyak yakni sekitar 76% akibat pandemi dan ekosistem digital yang tidak sehat.

“Literasi digital perlu diterapkan saat menggunakan sosial media, salah satunya untuk menghindari gangguan kesehatan mental dan dampak negatif internet,” ujar Dila Karinta, Enterprise Consultant at Digital Economy Coorporation, pada webinar Literasi Digital wilayah Kota Depok, Jawa Barat I, Jum’at (22/10/2021).

Saat ini jumlah pengguna internet aktif di Indonesia terus bertambah, bahkan Indonesia merupakan pengguna internet nomor 4 terbesar di dunia. Pengguna aktifnya 202,6 juta orang, sebagian besar mengaksesnya melaui ponsel pintar dan sebanyak 170 juta telah menggunakan media sosial.

Lebih jauh dia mengungkapkan selain menambah wawasan dan menjadi sarana hiburan, internet yang digunakan dengan tujuan positif bisa jadi promosi bisnis dan turisme. Ruang digital sehat pun dapat membuat seseorang mendapat pekerjaan profesional sehingga bisa membuat seseorang bangga dan bahagia.

Namun yang terjadi saat ini justru ekosistem internet yang tidak sehat seperti adanya cyber-bullying, sebar berita hoax, iklan palsu, provokasi, berita kekerasan, hingga pelecehan seksual online yang meningkat di masa pandemi. Semua itu memberikan suasana ruang digital yang dipenuhi dengan kecemasan, emosi, serta amarah yang memunculkan depresi hingga ingin bunuh diri.

Masyarakat digital harus membiasakan diri akan internetan sehat yang bisa dimulai dengan double check fakta berita, tulis sumber daat mereferensikan sesuatu, membayangkan perasaan pihak yang menerima komentar, dan mengingat dampak dunia maya di dunia nyata, serta harus memastikan pesan yang disampaikan bermanfaat.

Webinar Literasi Digital di Kota Depok, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Khodijah, Staff Pengajar SMP Negeri 4 Depok, Ridho Wibowo, Instruktur VCT Jawa Barat, Dasep Purnama, Instruktur Edukasi4ID, dan Nyimas Indriana, Food & Beauty Enthusiast.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 3 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini



Source link

  • Bagikan