Intelijen AS Konfirmasi Peretas SolarWinds ‘Kemungkinan Rusia’ 



Para pejabat intelijen Amerika Serikat, yang menyelidiki pembobolan keamanan siber besar-besaran bulan lalu, memperingatkan peretasan itu adalah bagian dari operasi intelijen yang sedang berlangsung, kemungkinan besar dilakukan oleh Rusia.

Peretasan tersebut memengaruhi ribuan perusahaan dan puluhan lembaga pemerintah.

Kesimpulan publik itu, yang dibagikan Selasa (5/1/21) oleh Biro Investigasi Federal (FBI), Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur (CISA), Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) dan Badan Keamanan Nasional (NSA), adalah pernyataan resmi pertama dari pejabat Amerika yang menyebut keterlibatan Rusia.

Pernyataan itu juga mengonfirmasi komentar sebelumnya oleh para pejabat senior dan anggota Kongres yang mengatakan bukti menunjuk “cukup jelas” ke Moskow.

Badan-badan intelijen dan keamanan itu menyatakan: “Pekerjaan ini menunjukkan bahwa aktor Advanced Persistent Threat (APT/Ancaman Persisten Tingkat Lanjut), kemungkinan besar berasal dari Rusia, bertanggung jawab atas sebagian besar atau semua peretasan dunia maya yang sedang berlangsung dan ditemukan baru-baru ini dari jaringan pemerintah dan non-pemerintah.”

Bukti pembobolan yang melibatkan SolarWinds, perusahaan manajemen perangkat lunak yang berbasis di Texas, pertama kali muncul pada awal Desember ketika perusahaan keamanan siber swasta FireEye mengumumkan sistemnya telah dibobol dan informasi sensitif telah dicuri.

Pada hari-hari berikutnya, Pelacakan menunjukkan peretasan itu mengarah ke SolarWinds. Para penyelidik memperingatkan bahwa sekitar 18 ribu pelanggan, termasuk lembaga pemerintah Amerika dan perusahaan di seluruh dunia, telah terimbas.

Akhir bulan lalu, raksasa perangkat lunak Microsoft mengatakan para peretas bahkan berhasil menggunakan pembobolan untuk mengakses beberapa kode sumber perusahaan yang dijaga ketat, yakni pemrograman dasar yang penting untuk menjalankan program Microsoft dan sistem operasinya. [lt/ft]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Drone yang Ditemukan di Perairan Sulawesi Selatan Diyakini Buatan China

Rab Jan 6 , 2021
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Selasa (5/1), mengatakan “drone” bawah laut (autonomous underwater vehicle/AUV) yang ditemukan di perairan di luar provinsinya diyakini buatan China. Penemuan tersebut memicu kekhawatiran tentang potensi pelanggaran keamanan atau upaya spionase. Drone yang disebut sebagai “seaglider” oleh Angkatan Laut Indonesia itu ditemukan pada akhir bulan lalu oleh nelayan di lepas pantai pulau Sulawesi dan dibawa ke Jakarta pada minggu ini. Nurdin Abdullah mengatakan kepada Reuters “berdasarkan […]