Ini pilihan masker petinggi Tourindo Gudie Indonesia dan Darmi Bersaudara


KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Masker telah menjadi barang penting yang menemani aktivitas masyarakat sehari-hari. Hal ini tidak terlepas dari protokol 3M yang diwajibkan oleh pemerintah, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Menyadari pentingnya memakai masker, traveler sekaligus Komisaris Utama PT Tourindo Gudie Indonesia Tbk (PGJO) Claudia Ingkiriwang mengaku tidak pernah luput menggunakan masker kain dalam beraktivitas. Kebiasaannya ini juga dia tularkan ke keluarganya maupun rekan kantor. 

“Saya itu bawel banget soal masker. Jadi kalau di kantor atau di lingkungan sekitar ada yang tidak pakai masker, biasanya saya tegur,” ungkap Claudia kepada Kontan.co.id, Jumat (9/10). 

Dalam beraktivitas, biasanya dia membawa dua hingga tiga cadangan masker kain. Tidak heran, jika persediaan masker kain di rumahnya mencapai kurang lebih 30 buah untuk sekeluarga. Dia juga membiasakan diri membawa cadangan masker untuk mengantisipasi jika seseorang yang dia temui ternyata sudah terkontaminasi virus. 

Baca Juga: Patuhi Protokol 3M, Advokat Dukung Upaya Penanganan Covid-19

Selain lebih nyaman dikenakan, menurut Claudia masker kain lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan sampah baru. Masker kain memungkinkan untuk dicuci dan digunakan kembali. Ketika mencuci maskernya, Claudia menggunakan sabun antiseptik dan terpisah dari mencuci pakaian biasa. 

Adapun dalam memilih masker kain, pertama-tama dia mencermati bahan kain yang digunakan. Diupayakan kainnya nyaman dan droplets tidak mampu menembusnya. Claudia pun menghindari masker berbahan scuba. Biasanya dia membeli masker yang memiliki kualitas baik dan nyaman dari teman-temannya melalui grup Whatsapp. 

Dalam kegiatannya sehari-hari Claudia memang kerap menggunakan masker kain. Akan tetapi di aktivitas tertentu Claudia masih mengenakan masker medis. Menurut dia masker medis lebih ampuh menyaring virus, sehingga dia akan menggunakannya ketika harus bertemu dengan banyak orang. 

Baca Juga: Satgas Covid-19: Hindari kerumunan unjuk rasa cegah klaster baru corona

Tidak jauh berbeda, Direktur PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) Lie Kurniawan juga menganggap masker medis lebih sesuai untuk aktivitas yang mengharuskannya berpapasan dengan banyak orang. Sementara untuk beraktivitas sehari-sheari, dia merasa cukup menggunakan masker kain saja. 

Walau begitu, sejauh ini Lie mengaku masih menggunakan masker medis dalam beraktivitas apapun. Ini karena persediaan masker medisnya sejak enam bulan lalu masih tersisa. 

“Saya sejak Maret hingga hari ini membatasi aktivitas di luar, hanya untuk keperluan mendesak seperti beli kebutuhan sehari-hari atau pertemuan yang harus face to face,” kata Lie kepada Kontan.co.id, Jumat (9/10). 

Baca Juga: Di tengah wabah virus corona, ini masker pilihan sejumlah bos mutlfinance

Oleh karena itu, persediaan masker medis sebanyak 50 buah itu tidak kunjung habis hingga hari ini. Adapun pada saat itu dia memilih masker medis karena masker kain belum cukup populer. 

Akan tetapi, mempertimbangkan aktivitasnya yang tidak terlalu banyak selama pandemi, Lie berencana beralih menggunakan masker kain saja nantinya. Dia pun akan memilih masker kain yang berbahan tidak tipis tetapi tetap nyaman digunakan. 

Asal tahu saja, sejak awal pandemi Covid-19 Lie dan sekeluarga sudah membiasakan diri untuk mematuhi anjuran kesehatan seperti 3M, termasuk tidak terlalu sering menyentuh wajah. Di perusahaan pun protokol kesehatan yang sesuai dengan standar telah diterapkan.

Baca Juga: Standard WHO menjadi pertimbangan untuk memilih masker

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Editor: Wahyu T.Rahmawati



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Selamatkan Lansia dan Komorbid dengan Patuh Protokol Kesehatan - Berita Terkini

Sab Okt 10 , 2020
Selamatkan Lansia dan Komorbid dengan Patuh Protokol Kesehatan 10 Okt 2020 Graha BNPB Jakarta 9 Oktober 2020 – Pelanggar protokol kesehatan bisa berdampak langsung pada kelompok lanjut usia (lansia) dan orang yang mempunyai penyakit penyerta atau komorbid.  Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo mengatakan pelanggaran protokol kesehatan berisiko sangat besar bagi lansia dan kelompok komorbid.  “Angka kematian lansia dan komorbid mencapai 80% sampai 85%. Sebuah angka yang […]