Inggris Luncurkan Paket Selamat Datang bagi Warga Hong Kong 



Inggris menjanjikan bantuan sebesar $59 juta bagi orang-orang Hong Kong yang datang ke negara itu untuk mencari pekerjaan, rumah, dan sekolah di melalui prakarsa yang memungkinkan jutaan orang bermukim kembali setelah China memberlakukan undang-undang keamanan yang baru di bekas koloni Inggris itu.

Perselisihan yang meningkat dengan China mengenai reformasi di Hong Kong membuat Inggris membuka pintunya bagi lebih dari lima juta juta orang, memberi mereka kesempatan untuk tinggal dan bekerja di negara itu dan akhirnya mengajukan permohonan kewarganegaraan.

Sebagian besar dana yang diumumkan pada Kamis (8/4) itu akan digunakan pemerintah daerah untuk program bantuan bahasa Inggris dan biaya perumahan bagi pendatang baru. Pemerintah juga akan meluncurkan 12 kantor regional virtual untuk membantu proses lain seperti mendaftar asuransi kesehatan dan sekolah. ‘Welcome Hubs’ itu juga akan memberi saran tentang cara mendirikan bisnis di Inggris.

Inggris menilai undang-undang keamanan yang diterapkan China dan reformasi demokrasi di Hong Kong melanggar ketentuan perjanjian yang membuat kota semiotonomi itu dikembalikan ke China pada 1997. Para menteri mengatakan program visa adalah cara pihaknya menjunjung kesepakatan itu.

China bereaksi marah atas tawaran itu dan mengatakan pandangan Barat tentang tindakannya atas Hong Kong dikaburkan oleh informasi yang salah dan nostalgia pada imperialisme Inggris pada masa lalu.

Sejak diluncurkan pada Januari, sekitar 27 ribu orang mengajukan visa baru itu sampai 19 Maret. Meskipun perkiraan keseluruhan permintaan tidak pasti, pemerintah memperkirakan antara 258 ribu dan 322 ribu pelamar dalam lima tahun.[ka/jm]



Source link

Posted in Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Belum Ada Tanggal, Tapi Ada Harapan untuk Penarikan AS dari Irak

Kam Apr 8 , 2021
Kinerja pasukan militer Irak yang lebih baik memungkinkan Amerika Serikat dan Irak mengharapkan akan datang hari di mana pasukan AS tidak lagi diperlukan untuk membantu Irak menghadapi ancaman ISIS dan pecahan-pecahannya. Dalam komunike yang dikeluarkan pada Rabu (7/4) setelah pembicaraan virtual antara Menteri Luar Negeri Amerika Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein, kedua negara sepakat memulai pembicaraan teknis untuk menetapkan tenggat bagi pasukan tempur Amerika untuk pergi. […]