Inggris Berlakukan Kembali Lockdown untuk Covid-19


Perdana Menteri Inggris mengumumkan putaran baru lockdown atau karantina wilayah pada Senin (4/1). Sekolah-sekolah dan toko-toko yang tidak penting ditutup, sementara negara itu mulai memvaksinasi pekerja perawatan kesehatan dan warga lanjut usia.

Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan warga harus tinggal di rumah sampai setidaknya pertengahan Februari. Dia juga mengatakan bahwa rumah sakit-rumah sakit di Inggris sekarang berada di bawah tekanan lebih besar daripada yang pernah dialami sebelumnya selama pandemi.

“Jika program peluncuran vaksin terus berhasil. Jika angka kematian mulai turun saat vaksin mulai berlaku. Dan yang terpenting, jika semua orang memainkan peran mereka dengan mengikuti aturan, saya berharap kita bisa terus keluar dari PSBB,” kata Johnson dalam pidato yang disiarkan televisi pada Senin (4/1).

Pengumuman itu dikeluarkan beberapa hari setelah para pejabat kesehatan Inggris mengonfirmasi varian virus corona yang menurut dokter jauh lebih mudah menular daripada virus aslinya.

Sementara itu, Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan, Senin (4/1), bahwa kasus varian yang sama telah dikonfirmasi pada seorang penduduk lanjut usia di negara bagian New York. Warga itu tidak pernah bepergian baru-baru ini.

Varian B117 virus corona telah terdeteksi di California, Colorado dan Florida, serta di lebih dari 30 negara lainnya.

Juga pada Senin (4/11), Inggris mulai memberikan dosis pertama vaksin virus corona produksi AstraZeneca. Seorang pasien berusia 82 tahun yang menjalani perawatan cuci darah atau dialisis di Rumah Sakit Churchill Oxford menjadi orang pertama yang mendapat vaksinasi itu.

Para pejabat Inggris mengatakan setengah juta dosis vaksin siap digunakan.

Vaksin AstraZeneca lebih murah dan lebih mudah diangkut daripada vaksin Pfizer-BioNTech karena tidak perlu disimpan pada suhu yang sangat dingin. Vaksin Pfizer telah diberikan kepada banyak pekerja perawatan kesehatan di Inggris dan Amerika Serikat. [lt/ft]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jack Ma: Taipan teknologi bermasalah China 'merosot' setelah bentrok dengan Beijing | Berita Sains & Teknologi

Sel Jan 5 , 2021
Jack Ma, pendiri Alibaba Group dan miliarder paling terkenal di Tiongkok, menghilang dari mata publik setelah regulator Beijing menghentikan daftar pasar saham perusahaan. Seorang mantan guru bahasa Inggris, Mr Ma, 56, mendirikan apa yang kemudian menjadi platform e-commerce utama China pada tahun 1999, lima tahun setelah Amazon didirikan di AS. Layanan pembayaran online Alibaba, Alipay, menyusul lima tahun kemudian, sebelum regulator di China memberi lampu hijau untuk bisnis semacam itu, […]