Inggris akan Reformasi Sistem Pencari Suaka



Menteri Urusan Dalam Negeri Inggris Priti Patel hari Minggu (4/10) bertekad akan menghentikan orang-orang yang masuk ke negara itu secara sembunyi-sembunyi dan akan memperbaiki apa yang disebutnya sebagai sistem suaka yang “buruk,” menggemakan komitmen yang telah dibuat dan dipatahkan oleh pemerintah Inggris selama bertahun-tahun.

Patel mengatakan pemerintah akan mengeluarkan undang-undang baru sehingga dapat “menghentikan mereka yang masuk secara ilegal, membuat klaim hukum untuk tetap tinggal” di negara itu dan “mempercepat pemecatan mereka yang tidak memiliki klaim perlindungan.”

Dalam pidato di Konferensi Partai Konservatif yang dilakukan secara virtual, Patel mengatakan perubahan “akan menjadi perbaikan terbesar dalam sistem suaka Inggris selama puluhan tahun.” Ia menambahkan bahwa Inggris “akan tetap menyediakan tempat yang aman bagi mereka yang melarikan diri dari penganiayaan, penindasan atau tirani.”

Pidato garis keras Patel itu dirancang untuk menarik suara pemilih yang prihatin dengan melonjaknya jumlah orang yang menyebrangi English Channel dari Perancis dengan perahu-perahu kecil. Ribuan orang telah melakukan perjalanan itu tahun ini, terutama pada musim panas.

Juru bicara Partai Buruh Nick Thomas-Symonds mengatakan Partai Konservatif “tidak memiliki belas kasihan dan kompetensi” pada imigran.

Telah sejak lama para migran menggunakan bagian utara Perancis sebagai tempat berangkat menuju Inggris, baik lewat truk maupun kapal feri. Selama pandemi virus corona yang memaksa pemberlakuan pembatasan dan mengurangi lalu lintas kendaraan antara Perancis dan Inggris, banyak diantara mereka yang kemudian beralih menggunakan perahu kecil yang diorganisir para penyelundup.

Pidato Patel itu disampaikan tak lama setelah muncul laporan bahwa dalam beberapa minggu ini pemerintah mempertimbangkan beberapa gagasan, termasuk membangun mesin gelombang di English Channel untuk mencegah masuknya perahu dan memproses dokumen pencari suaka di Pulau Ascension, suatu pulau volkanik yang terletak hampir 6.500 kilometer dari Inggris.

Pemerintah Inggris mengesampingkan beberapa klaim paling kanan, tetapi Patel mengatakan ia akan “menjelajahi seluruh langkah praktis dan opsi untuk mencegah migrasi ilegal.” [em/jm]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Gerakan 1.000 Serbet untuk Pekerja Rumah Tangga

Sen Okt 5 , 2020
VOA —  Sudah menjadi rahasia umum banyaknya kasus ketidakadilan, bahkan kekerasan yang menimpa pekerja rumah tangga; pekerja di sektor informal yang keberadaannya sulit tergantikan. Tetapi hampir tidak ada regulasi yang melindungi pekerja rumah tangga. Padahal jumlahnya mencapai lebih dari lima juta orang. Ironisnya selama 16 tahun lebih Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga tak kunjung diloloskan DPR, sehingga semakin menyulitkan upaya perlidungan mereka. Dalam konferensi pers dan deklarasi “Gerakan 1000 […]