Hasil pilpres AS mungkin tidak akan diketahui berbulan-bulan


ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump mengadakan acara kampanye di Bandara Central Wisconsin di Mosinee, Wisconsin, Amerika Serikat, Kamis (17/9/2020).

Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – VIRGINIA. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan warga Amerika mungkin tidak akan mengetahui pemenang pemilihan presiden AS November mendatang, selama berbulan-bulan karena perselisihan mengenai surat suara. Pernyataan Trump ini mengritik sistem pemungutan suara dalam pemilihan presiden AS tahun ini.

Pakar pemilu mengatakan mungkin diperlukan beberapa hari setelah pemilu 3 November 2020  hingga pemenangnya diketahui. Ini karena para pejabat perlu waktu untuk menghitung surat suara yang tiba setelah hari pemilu.

Berbicara pada rapat umum di Newport News, Virginia, Trump mengatakan, dia lebih suka mencari tahu dengan cepat apakah dia menang atau kalah, daripada menunggu surat suara masuk.

Baca Juga: Trump tak menjamin transisi kekuasaan berjalan damai bila Biden menang di pemilu AS

“Saya suka menonton televisi dan memiliki pemenangnya bukan? Anda mungkin tidak mendengarnya berbulan-bulan, karena ini kacau,” katanya.

“Sangat kecil kemungkinannya Anda akan mendengar pemenang malam itu juga. Saya bisa saja memimpin dan kemudian mereka akan terus mendapatkan surat suara, dan surat suara, dan surat suara dan surat suara. Karena sekarang mereka mengatakan bahwa surat suara bisa datang terlambat,” lanjut Trump seperti dikutip Reuters.

Putusan pengadilan bulan ini telah mengizinkan para pejabat di negara bagian Michigan, Pennsylvania, Wisconsin, dan North Carolina untuk menghitung surat suara yang tiba setelah 3 November, selama surat suara tersebut dikirim pada hari pemilihan.

Jajak pendapat menunjukkan, lebih banyak Partai Demokrat daripada Partai Republik yang berencana memberikan suara melalui surat untuk menghindari paparan Covid-19 di tempat pemungutan suara yang ramai.

Trump telah mengajukan tuntutan hukum di beberapa negara bagian untuk membatasi surat suara.

Trump dalam beberapa hari terakhir telah menolak melakukan transfer kekuasaan secara damai jika dia kalah dalam pemilihan dari Partai Demokrat Joe Biden. Trump mengatakan dia mengharapkan Mahkamah Agung harus mengumumkan pemenang.

 

 

 





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kesehatan Rakyat dan Keselamatan Umat Menjadi Prioritas di Masa Pandemi

Sab Sep 26 , 2020
Pandemi Covid-19 telah menjangkiti 32,7 juta orang di 215 negara di dunia, termasuk di Indonesia. Sebanyak 991 ribu orang di seluruh dunia pun telah meninggal dunia akibat pandemi ini. Tak hanya itu, pandemi pun telah memberikan dampak pada perekonomian dunia yang juga turut melambat. Saat memberikan sambutan pada acara Pembukaan Muktamar IV Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Tahun 2020 secara virtual melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu, […]