Etika Bermedia Digital Jadi Tantangan Masyarakat Modern

  • Bagikan
banner 468x60


JAKARTA,- Tantangan utama masyarakat modern dewasa ini adalah penggunaan internet dan media digital yang tak hanya memberikan manfaat bagi penggunanya, namun juga membuka peluang terhadap beragam persoalan. Rendahnya etik digital berpeluang menciptakan ruang digital yang tidak menyenangkan karena terdapat banyak konten negatif.

banner 336x280

“Mengapa harus etis? Karena perkembangan komunikasi digital memiliki karakteristik komunikasi global yang melintasi batas-batas geografis dan batas budaya. Sementara setiap batas geografis dan budaya juga memiliki batas etika yang berbeda,” ujar Dwi Utari, Waka Kurikulum SMA Negeri 5 Bogor, saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bogor, Jawa Barat I,  pada Selasa (24/8/2021).

Sehingga dalam ruang digital akhirnya setiap orang akan berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai perbedaan kultural tersebut. Sehingga sangat mungkin pertemuan global tersebut akan menciptakan standart baru tentang etika. Secara sederhana salah satu etika yang bisa dicontohkan di media digital yaitu saat mengutip sumber biasakan untuk memberikan catatan kaki di makalah.

Ruang lingkup etika sendiri meliputi kesadaran, integritas yang meliputi kejujuran, rasa tanggung jawab misalnya dalam menggunggah sesuatu haruslah yang positif dan bermanfaat, sehingga bersifat kebajikan bermanfaat untuk masyarakat. Selain itu perhatikan juga tindakan etis kompetensi digital seperti bisa menganalisis, memverifikasi konten yang bersifat negatif, serta tidak menyebarkannya dan justru berkolaborasi memerangi konten-konten negatif.

“Ketika ada informasi jangan langsung otomatis membagikan tapi biasakan untuk kritis, kita cari tahu dulu kredibilitasnya beritanya,” tutur Dwi.

Webinar Literasi Digital di Kota Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Tanzela Azizi, Instruktur Edukasi4ID, Loka Hendra, Head of Food & Beverages Cinepolis Indonesia, Dian Aprilda, Staf Pengajar SMA Negeri 5 Bogor.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 3 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan