Etika Berdigital Menjadi Karakter Pribadi Seseorang yang Dinilai di Masyarakat

  • Bagikan
banner 468x60


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Era telah berubah, apalagi semenjak pandemi Covid-19 setiap orang seperti dipaksa untuk beradaptasi dan bertransformasi lebih cepat terhadap penggunaan teknologi. Meski demikian, nilai dasar sebagai manusia dalam etika sopan santun tetap tidak boleh dilupakan meskipun kini interaksi lebih banyak dilakukan di ruang digital atau online.

Sekarang ini aplikasi untuk berinteraksi secara online tak terhitung jumlahnya lagi, ratusan bahkan ribuan. Tapi ada lima platform teratas yang kini begitu akrab di masyarakat Indonesia, yaitu YouTube, What’sApp, Instagram, Facebook, dan Twitter. Menurut sumber katadata.co.id, jumlah pengguna Instagram di Indonesia hingga Juli 2021 sebesar 91,77 akun.

Firza Daud, Business Project Lead V&V Communication mengatakan, dengan pertumbuhan pengguna sosial media, khususnya Instagram membawa fenomena yang lumayan serius. “Indonesia dinobatkan sebagai netizen yang memiliki tingkat keberadaban (civility) yang sangat rendah. Survei ini dibuat oleh Microsoft pada kuartal 4 tahun 2020 dan dipublish awal 2021,” Katanya saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I, pada Jumat (22/10/2021).

Dia pun memberikan tips agar masyarakat Indonesia bisa tetap memiliki etika sopan santun di dunia digital. Pertama yakni selalu positif dalam menanggapi segala hal, dengan belajar untuk sabar dan tidak mudah terpancing. Kemudian tetap sopan, karena hal itu menunjukkan seseorang yang berkarakter. Dalam hal berkomentar bijaklah saat membalas unggahan orang lain maupun saat menanggapi sesuatu. Terakhir yaitu berbaik sangka sebab setiap orang bisa memiliki masalah dan butuh penyaluran.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Wuddan, Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi UKM Persagangan dan Perindustrian, Maria Natasya, Internal Communication Strategic Planner CIMB Niaga, Martha Mariska, Digital Banking Legal Counsel DBS Indonesia, dan Riri Damayanti, Digital Creator & Yoga Enthusiast.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 1 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini



Source link

  • Bagikan