Estafet Obor Olimpiade Tokyo Catat Kasus Pertama COVID-19


Penyelenggara Olimpiade Tokyo mengatakan, Kamis (22/4), seorang polisi dinyatakan positif COVID-19 sehari setelah tugasnya pekan lalu mengawal estafet obor Olimpiade.

Ini adalah tes positif pertama yang terhubung dengan estafet itu sejak dimulai 25 Maret dari wilayah timur laut prefektur Fukushima.

Penyelenggara mengatakan polisi berusia 30 tahun itu ditugaskan untuk mengendalikan lalu lintas pada 17 April di wilayah barat daya prefektur Kagawa. Mereka mengatakan polisi tersebut menunjukkan gejala dan dinyatakan positif keesokan harinya. Otoritas kesehatan setempat sedang menyelidiki kasus ini.

Motoko Obayashi (tengah), mantan pemain bola voli Olimpiade Jepang, berlari dengan membawa obor pada hari kedua estafet obor Olimpiade Tokyo 2020, 26 Maret 2021.

Sejumlah pejabat mengatakan polisi itu mengenakan masker, menjaga jarak sosial dan mengambil sejumlah tindakan pengamanan diri lainnya.

Laporan ini muncul saat Jepang bersiap untuk mengumumkan keadaan darurat ketiga di wilayah sekitar Osaka, dan di Tokyo. Kebijakan itu diperkirakan akan diaktifkan kembali Jumat setelah tindakan-tindakan yang diambil saat ini gagal memperlambat lonjakan kasus yang dipicu oleh varian baru virus yang lebih menular dan terdeteksi pertama kali di Inggris.

Jepang memiliki 541.496 kasus dengan 9.710 kematian hingga Selasa (20/4). Hasil ini bagus menurut standar global tetapi buruk di Asia. Tanpa lockdown wajib, orang-orang di Jepang menjadi kurang kooperatif dalam mematuhi tindakan-tindakan pencegahan.

Mantan perenang gaya punggung Jepang Aya Terakawa membawa obor Olimpiade Tokyo 2020 dalam estafet obor Olimpiade di Taman Peringatan Expo '70 di Suita, prefektur Osaka, 13 April 2021.

Mantan perenang gaya punggung Jepang Aya Terakawa membawa obor Olimpiade Tokyo 2020 dalam estafet obor Olimpiade di Taman Peringatan Expo ’70 di Suita, prefektur Osaka, 13 April 2021.

Penyelenggara estafet obor mengatakan semua peserta dan pejabat yang terlibat mengambil tindakan pencegahan terbaik dan bahwa kasus tersebut tidak akan mempengaruhi babak berikutnya estafet obor itu.

Estafet obor Olimpiade Tokyo melibatkan 10.000 pelari yang melintasi Jepang selama empat bulan, dan berakhir dengan kedatangan di Stadion Nasional pada 23 Juli untuk memulai upacara pembukaan yang dijadwalkan.

Untuk tindakan pencegahan, babak estafet pekan lalu tidak dilangsungkan di jalan-jalan umum, melainkan di taman kota di. Hal serupa diperkirakan akan dilakukan pada babak berikutnya di Pulau Okinawa pada 1 hingga 2 Mei. [ab/uh]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Biden Siap Akui Genosida di Armenia

Kam Apr 22 , 2021
Para pejabat AS menyatakan Presiden Joe Biden bersiap untuk mengakui pembunuhan massal warga Armenia oleh Kekaisaran Ottoman pada era Perang Dunia I sebagai genosida. Para pejabat, yang berbicara kepada beberapa kantor berita dengan syarat anonim untuk membahas topik sensitif itu, mengatakan, langkah tersebut mungkin diumumkan hari Sabtu (24/4), peringatan tahunan bagi para korban. Dalam kampanye pemilihan presiden tahun lalu, Biden mengatakan ia akan “mendukung resolusi yang mengakui Genosida Armenia dan […]