Era Kolaborasi, Manfaatkan Jejaring Internet untuk Berkembang ke Arah Positif

  • Bagikan
banner 468x60


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Saat ini hanya dengan gawai semua bias dilakukan, perubahan hidup bergeser dari manual ke sistem digital.

Bukan hanya dalam berkomunikasi, bahkan untuk keperluan konsultasi ke dokter saja kini dapat dilakukan lewat telemedicine yang resep maupun obatnya bias dikirim lewat pemesanan online di aplikasi.

“Bahkan kalau temen-temen ke pasar,” kata Irma Nawangwulan, Dosen IULI saat webinar Literasi Digital wilayah  Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, pada Rabu (13/10/2021).

“Mereka tidak menggunakan pembayaran uang tunai lagi. Disarankan melalui Ovoa tau GoPay. Bahkan untuk membayar hanya perlu scan barecode,” ujar Irma Nawangwulan.

Saatini 61 persen lebih penduduk Indonesia telah menggunakan internet, dengan durasi rata-rata 8 jam per haridan 3 jam 26 menit yang dipakai masyarakat untuk media sosial.

Sebagian besar penduduk saat ini merupakan generasi milenial yang menggunakan internet 4 hingg 6 jam per hari.

Data tersebut menurutnya bisa digunakan sebagai peluang untuk memanfaatkan internet lebih baik lagi, misalnya mempromosikan bisnis.

Namun dia mengingatkan dampak negatif dari internet yang bias menyebabkan kecanduan dan perubahan suasana hati sehingga jangan sampai internet justru menggerogoti kesehatan mental.

Tentunya akan lebih baik jika internet dan media social dipergunakan untuk sesuatu yang positif misalnya kolaborasi menghasilkan suatu karya maupun bekerjasama akan suatu hal bermanfaat.

Lebih lanjut kolaborasi memiliki keuntungan seperti membuat belajar hal baru, membangun jaringan, meningkatkan reputasi bisnis.

Juga lebih mudah mendengarkan respons konsumen dan pelanggan, serta memberikan perubahan yang positif. Salah satu contoh kolaborasi di era digital saat ini adalah saat Gojek bekerjasama denganTokopedia menjadi GoTo sehingga mereka semakin lebih besar lagi.

Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Di webinar kali ini, hadir pula narasumber seperti Maria Ivana, seorang Graphic Designer, Intan Maharani, COO PositiVibe, Nandya Satyaguna, seorang Medical Doctor danNyimas Indriana, Food & Beauty Enthusiast.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 86 kali dilihat,  86 kali dilihat hari ini



Source link

  • Bagikan