Dunia Digital Menyediakan Ruang Interaktif Tanpa Batas, namun Tetap Perlu Etika 

  • Bagikan
banner 468x60


EKSEKUTIF.COM, JAKARTADunia digital adalah ruang tanpa batas dan setiap orang dapat selalu terhubung dengan semua informasi yang memungkinkan untuk diakses di mana saja kapan. Akan tetapi dunia digital juga menyediakan ruang interaktif bagi para penggunanya dan tetap perlu etika.

banner 336x280

Meskipun merupakan ruang tanpa batas, namun setiap orang perlu berhati-hati dengan anonimitas di internet yang membuat orang di dalamnya bisa menjadi siapa saja.

Berbagai isu buruk internet seperti bahaya hoaks, penipuan digital dan bentuk ujaran kebencian, juga mengancam dan bisa memecah belah bangsa.

“Ruang digital telah mengubah paradigma budaya dan etika masyarakat Indonesia yang sopan dan ramah,” kata Dessy Natalia, Asst. Lecture & Industrial Placement Staf UBM saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, pada Senin (11/9/2021).

Hal tersebut bisa dilihat dari hasil survei Microsoft baru-baru ini yang menyebut netizen Indonesia tidak sopa se-Asia Tenggara.

Fakta ini cukup miris sebab Indonesia dikenal memiliki budaya ramah tamah.

Seharusnya apa yang sudah diaplikasikan di kehidupan nyata bisa diterapkan di ruang maya, setiap orang mestinya memahami dulu bagaimana menciptakan budaya yang baik dan diteruskan di ruang digital.

Selain budaya sopan santun, Indonesia juga merupakan negara majemuk, multikultural, dan demokratis. Berbagai jenis kebudayaan dari Sabang hingga Merauke membuat Indonesia kaya akan keunikan tradisi yang menjadi nilai jual.

Termasuk bahasa, Indonesia memiliki lebih dari 700 bahasa daerah dan Indonesia merupakan pemilik bahasa terbanyak di dunia setelah Papua Nugini.

Dessy mengungkapkan, berbagai kekayaan dan keragaman budaya Indonesia ini di era digital bisa semakin diperkenalkan lewat berbagai konten selain itu hal tersebut bisa menjadi nilai positif bagi para content creator karena mempopulerkan budaya sendiri.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Maria Ivana Simon seorang Graphic Designer, Goretti Meiliani Project & Planning Section Head Binus Group, dan Eko Ariesta, Founder & CEO Enterpro.id.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

BACA JUGA: MAJALAH EKSEKUTIF edisi September 2021

 95 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan