Dunia Catat 35 Juta Lebih Kasus Covid-19

Dilihat: 0 views



Sepekan setelah melampaui angka satu juta kematian akibat virus corona, dunia kini mencatat lebih dari 35 juta kasus Covid-19, sebut Johns Hopkins Coronavirus Resource Center.

Beberapa negara Eropa mencatat tonggak baru dalam pandemi ini. Jerman hari Senin (5/10) melaporkan total kasus terkonfirmasi melampaui 300 ribu dan Inggris mencatat kasusnya yang ke-500 ribu.

Cineworld, jaringan bioskop di Inggris yang merupakan yang terbesar kedua di dunia, Senin (5/10), mengumumkan akan menutup sementara bioskop-bioskopnya di Inggris dan AS. Perintah Pembatasan Sosial Berskala Besar​ (PSBB) karena virus corona dan restriksi terhadap pertemuan berkelompok telah sangat memukul industri perfilman. Cineworld menyatakan langkahnya itu akan berdampak pada 45 ribu pekerja.

Untuk mengatasi hilangnya lapangan kerja yang lebih luas dalam perekonomian negara itu, pemerintah Inggris, Senin (5/10), meluncurkan program baru bernilai $ 300 juta (Rp 4,44 triliun) yang bertujuan untuk membantu orang-orang kembali bekerja.

Di Selandia Baru, PM Jacinda Ardern, Senin (5/10), mengatakan berbagai restriksi terhadap kota Auckland akan dicabut pada hari Rabu (7/10).

Langkah-langkah tersebut diberlakukan untuk mengatasi wabah di kota terbesar di negara itu pada Agustus lalu, yang mengancam akan membalik kemajuan yang telah dicapai Selandia Baru dalam memberantas virus corona.

Auckland belum melaporkan kasus baru dalam 10 hari berturut-turut. Dengan dicabutnya restriksi pada Rabu (7/10) larut malam, masyarakat di sana tidak akan perlu lagi mengikuti peraturan social distancing di bar-bar dan restoran, dan dapat berkumpul dalam kelompok lebih dari 100 orang.

Di Perancis, mulai Selasa (6/10), bar-bar di Paris akan tutup selama dua pekan dan restoran-restoran akan mulai menerapkan protokol kebersihan baru, sebut kantor perdana menteri.

Perancis pada hari Minggu (4/10) melaporkan 12.565 kasus baru virus corona, sementara 893 pasien Covid-19 telah dirawat di unit perawatan intensif selama sepekan ini.

Langkah-langkah maksimum terkait Covid-19 diberlakukan sewaktu tingkat penularan melebihi 100 infeksi per 100 ribu orang di kalangan lansia dan 250 infeksi per 100 ribu orang di kalangan masyarakat umum.

Ketua gugus tugas vaksin Inggris mengatakan kepada Financial Times pada hari Minggu (4/10) bahwa mengimunisasi setiap orang “tidak akan terjadi.”

“Orang-orang terus membicarakan tentang waktunya mengimunisasi masyarakat secara keseluruhan, tetapi ini salah kaprah,” kata Kate Bingham kepada surat kabar tersebut. Mengimunisasi orang sehat, yang kemungkinan besar tidak mengalami hal parah karena terjangkit Covid-19, lanjutnya, dapat membahayakan mereka.

“Ini adalah vaksin untuk orang dewasa saja, bagi orang berusia di atas 50, berfokus pada petugas kesehatan, petugas yang melakukan perawatan di rumah dan mereka yang rentan,” kata Bingham dalam suatu wawancara.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen Senin mengumumkan ia melakukan isolasi mandiri setelah menghadiri pertemuan pekan lalu dengan seseorang yang positif terjangkit Civid-19. Ia menyatakan terkonfirmasi negatif pada hari Kamis dan akan dites lagi hari Senin (5/10).

Presiden AS Donald Trump masih dirawat di rumah sakit hari Senin setelah terkonfirmasi positif terjangkit Covid-19 pekan lalu. [uh/ab]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *