Dukung Transformasi Digital, RI Butuh 9 Juta Talenta Digital

  • Bagikan
banner 468x60


Webinar nasional ini mendapatkan antusiasme yang luar biasa karena diikuti oleh seribuan peserta dari berbagai kalangan dan dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Acara webinar ini menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Direktur Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pamagangan Kementerian Ketenagakerjaan RI Muhammad Ali, SS.,M.A.,Ph.D mewakili Menteri Ketenagakerjaan Dr. Hj .Ida Fauziyah M.Si.

banner 336x280

Juga tampak, Dirjen SDPPI Kementerian Komunikasi dan Informasi Dr. Ismail, M.T, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena, CEO Media Group Mohamad mirdal Akib, Anggota Komisi Penyiaran 2013-2016 Drs. Danang Sangga Buwana., M.Si dan Alumni Lemhanas Laksda Dr. A Yani Antariksa, SE., SH., MBA., MM.

Dari diskusi itu, tersingkap bahwa guna mendukung transformasi digital, sedikitnya dibutuhkan sembilan  juta talenta digital di Indonesia selama 15 tahun guna menuju kedaulatan dan kemandirian digital, menjadikan Indonesia sebagai negara produsen dan bukan hanya sebagai negara konsumen.

Pernyatan tersebut disampaikan Dirjen SDPPI Kementerian Komunikasi dan Informasi Dr. Ismail, M.T dalam webinar nasional dengan tema “Membangun SDM Era Digital di Masa Pandemi Covid 19, Guna Meningkatkan Daya Saing”, Sabtu (7/8).

Menurut Ismail, pemerintah tengah melakukan pengembangan SDM di berbagai tingkatan untuk pengembangan talenta digital diantaranya advance digital skill, yaitu program pelatihan bagi para pengambil kebijakan atau pemimpin di institusi pemerintahan dan swasta.

Selain itu dikembangkan intermediate digital skill bagi masyarakat terlatih dengan target 100 ribu peserta pada 2021.

“Dan peningkatan kemampuan talenta digital yang ketiga adalah basic digital skill dan digital literacy untuk meningkatkan kemampuan kecakapan digital dasar termasuk mencegah konten negatif seperti hoax, leaks, radikalisme dan konten pornografi,” ujar Ismail.

Selain menyiapkan talenta digital, lanjut Ismail, presiden telah mengeluarkan lima arahan dalam menyonsong Indonesia digital tahun 2021-2025.

Lima arahan itu, diantaranya mempercepat perluasan akses, peningkatan infrastruktur digital, dan penyediaan layanan internet, mempersiapkan roadmap transfomasi digital di sektor-sektor strategis, mempercepat integrasi Pusat data nasonal dan menyiapkan regulasi, skema pendanaan, dan pembiayaan transformasi digital.

Pada kesempatan yang sama Direktur Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pamagangan Kementerian Ketenagakerjaan RI Muhammad Ali, SS.,M.A.,Ph.D mengatakan, “Guna penguatan SDM, kemenaker tengah menyiapkan 9 lompatan besar.”

Apa itu?

Diantaranya transformasi BLK, link and match ketenagakerjaan, transformasi program perluasan kesempatan kerja, pengembangan talenta muda, perluasan pasar kerja luar negeri, visi baru hubungan industrial, reformasi pengawas ketenagakerjaan, pengembangan ekosistim digital ketenagakerjaan dan reformasi birokrasi.

“Yang kini menjadi persoalan adalah, mismatch antara yang dihasilkan peguruan tinggi dengan kebutuhan industri. Untuk itu harus ada pelatihan sebagai jembatan atau penyesuaikan skill sebelum masuk dunia kerja,” ujar Muhammad Ali.

Terkait hal itu, kemenaker telah menyiapkan triple skilling pelatihan vokasi meliputi skilling berupa skill adjustment/matching, pembekalan vocational skill untuk bekerja bertujuan mengurangi penganggur.

Up-skilling untuk peningkatan kompetensi kerja, updating skill, dan multiskilling serta peningkatan karir bertujuan meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Dan hal ini juga termasuk re-skilling berupa pembekalan vocational skill yang berbeda/baru untuk alih profesi/wirausaha bertujuan mencegah pengangguran kembali.

“Pelatihan vokasi menjadi solusi rendahnya daya saing angkatan kerja dan pengangguran pada era digitalisasi & mismatch lapangan pekerjaan pada masa recovery ekonomi,” tandasnya.

Ketua Penyelenggara webinar Suhendra Atmaja, S.Sos, M.Si menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, sponsor dan peserta yang hadir dari berbagai kalangan dan wilayah di hampir seluruh wilayah di Indonesia seperti Malinau, Nias, Tapanuli Tengah, Jayapura dan Bali.

“Ada tiga tiga hal penting yang harus dibangun SDM di era digital,” ujar kandidat doktor UNPAD ini.

Hendra pun memaparkan yaitu komunkasi, teknologi dan penggunaan alikasi bisnis. Kami berharap webinar ini membawa manfaat dan ilmu agar lebih memahami SDM di era digital.

baca juga: Bangun SDM Di Era Pandemic, Agar Tingkatkan Daya Saing

 

 72 kali dilihat,  72 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan