Dokumenter Baru Netflix Soroti Skandal Penerimaan Mahasiswa Baru di AS

  • Bagikan


Sebuah film dokumenter baru yang ditayangkan di Netflix memperlihatkan beberapa bagian dari skandal penerimaan mahasiswa ke perguruan tinggi di Amerika. “Operation Varsity Blues” adalah nama operasi yang digelar FBI dalam mengungkapkan skandal tersebut.

Dokumenter itu tidak terfokus kepada pesohor Felicity Huffman dan Lori Loughlin yang sudah dinyatakan bersalah terlibat dalam skandal itu. Film itu lebih menyoroti bagaimana pelaku utama skandal tersebut, Rick Singer, merayu kedua pesohor tersebut dan banyak lagi kliennya yang kaya raya untuk berbuat curang agar anak-anak mereka dapat diterima di universitas bergengsi.

Film itu menggunakan rekonstruksi yang diambil dari transkrip dan rekaman penyadapan telepon Departemen Kehakiman.

Matthew Modine memerankan William "Rick" Singer dalam film "Operation Varsity Blues: The College Admissions Scandal" (kiri) dan William "Rick" Singer, pendiri Edge College & Career Network, keluar dari pengadilan federal di keluar dari pengadilan federal di Boston. (Foto: Netflix via AP (kiri), dan AP)

Matthew Modine memerankan William “Rick” Singer dalam film “Operation Varsity Blues: The College Admissions Scandal” (kiri) dan William “Rick” Singer, pendiri Edge College & Career Network, keluar dari pengadilan federal di keluar dari pengadilan federal di Boston. (Foto: Netflix via AP (kiri), dan AP)

Singer yang diperankan oleh aktor Matthew Modine, tampak sedang menelepon seorang klien, menjelaskan apa yang disebut “pintu samping” dalam penerimaan mahasiswa, yang dapat membantu orang tua agar anak mereka dapat masuk perguruan tinggi ternama seperti Stanford, Yale dan Universitas of Southern California. “Pintu samping” atau jalur khusus itu berupa menyuap sejumlah pelatih olahraga , melakukan kecurangan saat ujian dan memalsukan data diri anak.

Kombinasi foto promosi serial Netflix yang akan ditayangkan pekan ini. Dari kiri: "Country Comfort" , "Liga Keadilan Zack Snyder" dan "Operation Varsity Blues". (Netflix / HBO Max / Netflix via AP)

Kombinasi foto promosi serial Netflix yang akan ditayangkan pekan ini. Dari kiri: “Country Comfort” , “Liga Keadilan Zack Snyder” dan “Operation Varsity Blues”. (Netflix / HBO Max / Netflix via AP)

Tentang rekonstruksi itu, sutradara Chris Smith mengatakan, “Saya kira Matthew jelas dipilih bukan untuk dibayangkan ia sebagai Singer. Namun saya kira ada banyak hal lain yang dapat ia bawakan melalui pesona alami dirinya, yang kami kira, mungkin itulah yang dimiliki Singer sehingga dapat mencapai sejauh itu, jadi dia harus memiliki beberapa kualitas itu.”

Smith mengatakan, mereka menghubungi hampir setiap orang yang terlibat skandal tersebut untuk bersedia diwawancara di depan kamera. Hanya satu orang yang bersedia, yaitu John Vandemoer, pelatih dayung di Universitas Stanford. Ia menjadi orang pertama yang dijatuhi hukuman akibat skandal itu berupa satu hari hukuman penjara, termasuk masa penahanan yang telah dijalaninya, dan denda $10.000. Ia kemudian dipecat dari Universitas Stanford.

Angela Nicholas memerankan Donna Heinel (kiri) dan Matthew Modine memerankan William "Rick" Singer (kanan) dalam adegan film dokumenter "Operation Varsity Blues: The College Admissions Scandal." (Adam Rose / Netflix via AP)

Angela Nicholas memerankan Donna Heinel (kiri) dan Matthew Modine memerankan William “Rick” Singer (kanan) dalam adegan film dokumenter “Operation Varsity Blues: The College Admissions Scandal.” (Adam Rose / Netflix via AP)

Namun Vandemoer tidak menerima uang itu untuk dirinya saja. Dengan nada penyesalan dan blak-blakan saat diwawancara, ia menggambarkan bagaimana ia percaya kepada Singer, yang memberi sumbangan kepada program dayung, sumbangan yang biasa diminta oleh departemen olah raga dan universitas.

Kesediaan John untuk diwawancara adalah karena masih banyak yang harus diungkapkan dalam skandal itu. Chris Smith menambahkan, “Ia merasa masih banyak hal lain dalam kisah tersebut dan ia ingin mengungkapkan pengalamannya. ” [lj/uh]



Source link

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *