Djokovic Minta Teknologi Gantikan Fungsi Hakim Garis



Hubungan Novak Djokovic dengan hakim garis akhir-akhir ini tidak begitu baik menyusul insiden di turnamen AS Terbuka pada bulan lalu. Petenis nomor satu dunia yang berusia 33 tahun itu secara dramatis gagal di babak keempat AS Terbuka. Ia secara tidak sengaja memukul leher hakim garis perempuan dengan bola saat atlet asal Serbia itu melampiaskan kekesalan setelah servisnya dipatahkan.

Kantor berita Reuters melaporkan Minggu (4/10), Djokovic kini yakin pekerjaan hakim garis harus dilakukan dengan teknologi Hawkeye.

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan lapangan-lapangan tenis di AS tidak menggunakan hakim garis sebagai tindakan pencegahan kesehatan.

Namun, di turnamen Perancis Terbuka, penyelenggara tidak menggunakan teknologi Hawkeye, sebagai gantinya hanya mengandalkan wasit untuk memeriksa tanda di lapangan.

“Teknologi ini sangat maju saat ini, sama sekali tidak ada alasan mengapa Anda harus mempertahankan wasit di lapangan. Itu pendapat saya,” katanya.

“Tentu saja, saya mengerti bahwa teknologi itu mahal, jadi ini masalah ekonomi dan tanda tanya. Namun, aya merasa kita semua bergerak ke arah itu, dan cepat atau lambat tidak ada alasan untuk menjaga wasit garis. [ah]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Universitas AS Mulai Buka Kembali

Sen Okt 5 , 2020
Universitas-universitas di Amerika Serikat tengah berupaya untuk menahan penyebaran infeksi virus corona di kampus-kampus mereka. Namun, langkah-langkah pencegahan ini telah menuai berbagai reaksi diantara para mahasiswa, yang kini sudah mulai kembali ke kampus. Bagi beberapa mahasiswa tahun pertama yang pindah ke asrama kampus universitas Colorado-Boulder di negara bagian Colorado sekitar pertengahan Agustus lalu, pertanyaannya bukanlah mengenai apakah virus corona akan menyebar di kampus tahun ini, melainkan kapan. Kekhawatiran ini dirasakan […]