Direktur Bank BNI Sis Apik lebih memilih pakai masker bedah, kenapa?


KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dalam masa pandemi Covid-19, tentu masyarakat dituntut untuk lebih waspada dan aktif menjaga kesehatan. Bukan hanya untuk melindungi diri sendiri dari penyebaran virus corona, tetapi juga membantu menghentikan penyebaran, sekaligus menjaga kesehatan orang terdekat. 

Salah satu kebiasaan baru tak lain menggunakan masker. Nah, belum lama ini pemerintah telah menyarankan masyarakat untuk tidak menggunakan masker scuba, buff atau kain untuk menutup hidung dan mulut. Alasannya, masker jenis ini dinilai tidak efektif menangkal penyebaran virus. 

Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Sis Apik Wijayanto juga mencermati hal itu. Apalagi, seorang bankir memang punya aktifitas di luar rumah yang lebih banyak dibandingkan profesi pada umumnya. Walhasil, pilihan masker merupakan salah satu hal utama yang dilakukan Sis Apik dalam memulai kegiatan sehari-hari. 

Baca Juga: Survei Jobstreet: Lebih dari 50% pekerja Indonesia kehilangan pekerjaan saat pandemi

Saat ini Sis Apik lebih nyaman menggunakan masker medis atau biasa disebut masker bedah tiga lapias (3 Ply). Menurutnya, masker jenis ini memang salah satu yang direkomendasikan oleh WHO. Meski begitu, Dia juga menegaskan kalau tetap menggunakan masker kain yang sesuai dengan standar kesehatan, yaitu sama-sama memiliki tiga lapisan. “Sekarang gantian ada masker kain yang tebal dan kadang masker medis,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (7/10). 

Dia mengatakan untuk saat ini masker bedah atau medis memang lebih mudah didapatkan di pasaran ketimbang awal pandemi Covid-19. Sis Apik juga menambahkan, di industri perbankan terutama Bank BNI protokol kesehatan memang menjadi prioritas perusahaan saat ini. 

Seluru karyawan BNI diwajibkan untuk memakai masker, termasuk menjaga jarak alias physical distancing. Tak cuma itu, sesuai dengan imbauan pemerintah, BNI juga menjalankan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) untuk sebagian karyawan. “Di luar ruangan kita sediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer di setiap sudut tempat. Di dalam ruangan juga diwajibkan memakai hand sanitizer,” imbuhnya.  

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Peningkatan Penanganan COVID-19 di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, Berhasil Keluar dari Zona Merah - Berita Terkini

Kam Okt 8 , 2020
Foto: Muchlis Jr – Biro Pers Sekretariat Presiden JAKARTA – Penanganan Covid-19 pada 10 provinsi prioritas dalam sepekan telah menunjukkan hasil yang lebih baik. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut pada pekan ini sudah ada 2 provinsi yang nihil zona merah.  Diketahui kesepuluh provinsi dimaksud ialah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Banten, dan Papua. Dari kasus sembuh […]