Diet tanpa nasi, manfaat dan risiko yang perlu Anda tahu


KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Diet tanpa nasi adalah salah satu cara menurunkan berat badan yang dilakukan oleh banyak orang. Tak hanya membuat berat badan berkurang, jenis diet ini juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Meski demikian, tetap ada resiko yang perlu Anda waspadai.

Pada awalnya, diet tanpa nasi digunakan untuk menyembuhkan obesitas dan meningkatkan kesehatan jantung serta ginjal. Seiring berjalannya waktu, banyak orang yang menggunakan diet ini untuk menurunkan berat badan.

Cara menurunkan berat badan ini menggunakan makanan rendah lemak, kalori, sodium, sodium, dan protein, serta melibatkan olahraga rutin. Better Me mengatakan, Anda boleh mengonsumsi 800 kalori pada fase pertama. Setelah itu, Anda boleh mengonsumsi 1000 – 1.200 kalori sampai target berat badan tercapai.

Anda bisa mengonsumsi sayur dan buah yang kaya serat, makanan olahan susu (dairy product) rendah lemak, daging, dan ikan. Di sisi lain, Anda perlu menghindari alkohol, makanan manis, asin, berminyak, dan mengandung banyak lemak.

Baca Juga: Diet tanpa nasi ala Aurel Hermansyah dan Nia Ramadhani, mau tahu?

Manfaat Diet Tanpa Nasi

Diet tanpa nasi memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan.

Seperti yang telah dikatakan, diet tanpa nasi bisa memberikan banyak manfaat. Pertama, berat badan bisa turun karena banyak makanan yang sebaiknya tak dikonsumsi selama diet. Target berat badan bisa tercapai dengan pembatasan kalori dan lebih banyak melakukan olahraga untuk membakar lemak.

Kedua, makanan rendah sodium mampu meningkatkan kesehatan ginjal. Ginjal bertugas menjaga keseimbangan garam dalam tubuh, jika jumlah garam berkurang, maka tugasnya pun semakin ringan. Ketiga, membatasi asupan sodium juga dapat menurunkan tekanan darah seseorang.

Risiko Diet Tanpa Nasi

Tak hanya memiliki banyak manfaat, diet tanpa nasi juga memiliki risiko yang perlu Anda perhatikan. Saat menjalankan diet ini dalam jangka waktu lama, pembatasan asupan nutrisi bisa menyebabkan ketidakseimbangan.

Baca Juga: Anda bisa coba diet berikut ini untuk hindari diabetes

Misalnya, massa otot akan berkurang saat tubuh kekurangan protein. Mengutip Better Me, jika Anda tak mengonsumsi suplemen, tubuh akan kekurangan banyak nutrisi sehingga menyebabkan banyak masalah kesehatan.

Ketidakseimbangan nutrisi membuat diet tanpa nasi tak cocok dilakukan dalam jangka waktu lama. Tak hanya itu, diet ini juga sulit dilakukan, apalagi di tengah masyarakat yang punya kebiasaan makan nasi di setiap acara.

Editor: Belladina Biananda



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kasus corona melandai, Disneyland Hong Kong bakal kembali dibuka pada 25 September

Sel Sep 22 , 2020
ILUSTRASI. Taman bermain Disneyland Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari KONTAN.CO.ID – HONG KONG. Disneyland bakal kembali membuka taman hiburan Disneyland Hong Kong pada Jumat (25/9). Namun, perusahaan menegaskan jumlah pengunjung akan dibatasi dari hari-hari biasa dengan langkah-langkah kesehatan yang ditingkatkan setelah gelombang terbaru infeksi virus corona memaksanya untuk ditutup lagi pada pertengahan Juli lalu. Seperti diketahui, Hong Kong telah melonggarkan lebih banyak pembatasan virus corona minggu lalu. Pemerintah Hong […]