Dampak Positif Bermedia Sosial, Branding dan Menciptakan Peluang

  • Bagikan
banner 468x60


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Sekitar 61,8% dari total penduduk Indonesia, yaitu 170 juta jiwa telah menggunakan media sosial. Indonesia juga tercatat sebaga 10 besar negara yang kecanduan media sosial, dengan rata-rata orang penduduknya menghabiskan waktu sekitar 3 jam 15 menit di media sosial.

banner 336x280

Bisa dibayangkan bagaimana media sosial telah menjadi ruang baru dalam berinteraksi. Akhirnya setiap orang pun bisa menggunakan media sosial sebagai peluang, yaitu dengan menjadikannya tempat untuk personal branding yang bisa menjadi cara untuk meningkatkan kredibilitas, memperluas koneksi hingga menunjukkan keahlian Anda.

“Media sosial juga bisa menjadi awal untuk mempopulerkan bisnis, bahkan mencari inspirasi memulai usaha apa, serta menggunakan sebagai media promosi,” ujar Indra Brasco, seorang Dadpreneur di webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, pada Jum’at (10/9/2021).

Namun media sosial atau smartphone ini seperti pisau bermata dua, yang satu bisa bermanfaat buat kita dan juga bisa melukai kita sendiri. Sekarang setiap oranng bisa memilih, ingin ikut kecanduan atau menggunakan sosial media sebagai peluang.

Indra pun memberikan tips agar tidak kecanduan media sosial, antara lain denhan fokus pada orang di lingkungan sehingga tidak selalu memerhatikan gawai.

Kemudian matikan notifikasi akun media sosial, agar tidak selalu penasaran dengan notifikasi yang muncul di ponsel pribadi. Lalu mulailah memilah apa yang penting dan tidak untuk dilakukan dari layar ponsel Anda.

Selanjutnya perbanyak sosialisasi di kehidupan nyata. Ciptakan sesuatu yang menarik di sana, karena memang tidak salah kalau media sosial begitu menarik dan membuat lebih nyaman. Tak kalah penting, bersihkan daftar ‘Friends’ dan ‘Follow’. Jangan ragu untuk meng-unfollow teman dan akun yang mengganggu kesehatan mental atau tidak membawa manfaat.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Cyntia Jasmine, Founder GIFU, Aditya Nova, ketua Jurusan Hotel & Pariwisata IULI, dan Sophie Beatrix, seorang Psikolog Praktisi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 1 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan