Cegah penularan corona, ini masker pilihan direktur Panca Budi Idaman (PBID)


KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Beberapa waktu terakhir, pemerintah menyarankan agar sebaiknya masyarakat tidak menggunakan masker scuba, buff atau kain untuk menutup hidung dan mulut. Alasannya, masker jenis ini tidak efektif dalam menangkal penyebaran virus corona alias Covid-19. Bahkan, Commuter Line (KRL) sudah tidak mengizinkan penumpang untuk naik  ke rangkaian kereta jika masih memakai masker jenis ini.

Lukman Hakim, Direktur PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) membagikan tips seputar pemilihan masker yang tepat. Bagi Lukman, faktor keamanan dalam menerapkan protokol kesehatan merupakan aspek yang terpenting dalam memilih masker yang tepat. 

“Dalam memilih masker saya tidak mementingkan warna atau corak tapi keamanan dari masker,” ujar Lukman saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (7/10).

Alhasil, Lukman menjatuhkan pilihan kepada masker surgical,  terutama ketika beraktivitas di ruangan tertutup dan di tempat yang cukup ramai. “Karena masker surgical memiliki standarisasi dengan tiga lapis yang keamanannya terjamin,” kata dia.

Baca Juga: Redam penularan corona, edukasi protokol kesehatan 3M harus lebih gencar lagi

Namun kadang kala, Lukman juga menggunakan masker kain di ruangan terbuka yang tidak begitu ramai. Nah, untuk masker kain, Lukman mengatakan dirinya selalu mengganti masker kain jika sudah penggunaannya sudah lebih dari empat jam.

Selain memakai masker, Lukman juga membagi tips agar terhindar dari infeksi Covid-19, seperti  rajin mencuci tangan dengan sabun, olahraga tiap hari minimal satu jam, menerapkan social distancing dengan menghindari keramaian, serta  rutin mengonsumsi minuman jamu tradisional herbal seperti jahe, kunyit dan gula jawa atau vitamin setiap hari.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Editor: Herlina Kartika Dewi



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Belajar dari Bencana Likuefaksi 2018 di Sulteng

Rab Okt 7 , 2020
PALU, SULAWESI TENGAH —  Bencana alam likuefaksi yang dipicu gempa kuat berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) dua tahun silam di kota Palu dan kabupaten Sigi memberi pembelajaran penting bagi upaya mengantisipasi kejadian serupa di masa yang akan datang. Edukasi dan sosialisasi bahaya bencana gempa bumi dan bencana ikutannya, seperti tsunami dan likuefaksi, harus dilakukan secara berkala kepada masyarakat. Semak belukar kini memenuhi sebagian besar permukaan tanah di lokasi Likuefaksi di […]