Cara Menangkal Hoaks, Cek Fakta sebelum Sharing Berita di Internet

  • Bagikan
banner 468x60


JAKARTA,- Masyarakat di era internet saat ini harus mampu menggunakan media digital dengan penuh tanggung jawab. Masyarakat perlu mengetahui dampak yang bisa ditimbulkan dari sekadar mengunggah atau mengomentari sesuatu di ranah digital seperti beberapa platform social media yang ada dari Facebook, Whats’App, Twitter, YouTube, hingga Instagram.

banner 336x280

Bentang Febriyanti dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, Jum’at (30/7/2021) mengungkapkan, menanggapi penyebaran hoaks atau berita palsu di internet ada hal-hal yang perlu diketahui masyarakat untuk menyaringnya.

“Beberapa informasi yang biasa beredar di masyarakat adalah lowongan kerja palsu, hingga berita palsu yang dapat dicek terlebih dahulu kebenarannya,” kata Bentang.

Cara mengecek kebenaran berita di antaranya dengan meneliti sumber asli, foto, dan video yang bisa dilakukan melalui Google dan Yandex. Biasanya bila foto dalam sebuah berita adalah hoaks maka akan muncul di dua platform tersebut, biasanya dipakai oleh media arus utama. Cek kesesuaian antara foto berita dengan judul, termasuk kapan berita dimuat.

Lebih jauh dia mengatakan, biasanya sumber berita palsu yang mengecohkan masyarakat itu merupakan berita di masa lampau yang tanggalnya diubah. Sebelum memercayai sebuah informasi masyarakat perlu juga untuk meneliti sumber asli dan membandingkan dengan sumber berita lain.

“Jangan hanya membaca judul, tapi periksa isi beritanya. Kalau sebuah informasi belum cukup, kita harus menunggu dua atau tiga klarifikasi dari sumber media lain. Kalau kita ragu akan sumber sebaiknya hentikan, jangan menyebarkannya lewat WhatsApp atau media sosial,” ujar Bentang.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Klemes Rahardja, Founder The Enterpreneur Society, Dila Karinta, Enterprise Consultant at Digital Economy Coorporation, dan Asep H. Nugroho, Dosen Fakultas Teknik UNIS.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 79 kali dilihat,  72 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan