Cara Membuat Konten Lebih Personal

  • Bagikan
banner 468x60


JAKARTA,– Menutut survei IMD World Digital Competitiveness, daya saing Indonesia masih berada di peringkat 56 dari 63 negara. Angka ini termasuk rendah dibandingkan negara-negara di Asean. Padahal memiliki digital skills merupakan salah satu kunci peningkatan daya saing, tidak hanya bagi angkatan kerja namun juga masyarakat umum.

banner 336x280

Bidang kreatif seperti industri perfilman merupakan salah satu bidang industri yang terdampak pandemi Covid-19. Begitu pun pertunjukan seperti konser musik ikut terdampak karena social distancing menghindari adanya kerumunan. Meski begitu kondisi masyarakat setelah pandemi menjadi tak lagi harus ke bioskop untuk menonton film, berkat teknologi akhirnya sarana hiburan seperti menonton sebuah tayangan kini sudah ada digengaman.

“Pelaku industri kreatif dapat terus berkembang dengan memanfaatkan digital skills yang baik,” kata Reza Hidayat, CEO Oreima Films saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I, pada Senin (23/8/2021).

Lebih jauh, Reza yang sudah memproduksi belasan film mengungkapkan ada satu hal yang menjadi kunci saat berkarya di bidang kreatif seperti membuat konten. Yaitu setiap konten yang diciptakan harus punya nilai unik dan bisa memberi rasa kepada penonton, seperti membuat khalayak terharu sedih atau memotivasi, memberi semangat.

Jadi bagaimana agar dapat menghasilkan karya seperti itu? Reza pun berbagi sedikit ilmu, yakni dengan membuat konten menjadi personal, namun yang perlu diingat bahwa segala sesuatu di ranah digital umurnya panjang. Sebab content creator juga harus memikirkan apakah konten yang dibuatnya bisa tetap bagus dan bisa dinikmati hingga sekiranya 5 tahun ke depan.

Kunci penting lainnya saat sudah bisa membuat konten yang memiliki nilai, unik, dan bersifat personal maka para sponsor yang ingin beriklan pun akan mendekat. Dengan adanya partnership maka seorang content creator bisa dengan leluasa berkarya tanpa berfokus pada sumber dana. “Di zaman sekarang salah satu yang penting adalah kolaborasi agar bisa mendukung dan membiayai konten kita,” tutur Reza.

Di masa pandemi perubahan datang dan semua orang tidak pernah tahu sampai akan kapan, hal ini pun ikut mengubah kebiasaan. Muncul pola kebiasaan yang baru di setiap kehidupan orang-orang, bila dulu untuk menonton film orang harus pergi ke bioskop, maka setelah pandemi orang lebih banyak nonton streaming, dan beberapa kebiasaan yang berubah.

Di sinilah content creator bisa mendapat tempat dengan membuat konten di berbagai platform seperti YouTube, Instagram, maupun yang terbaru dan sedang naik daun TikTok. Dengan adaptasi kebiasaan baru, content creator juga perlu mempertimbangkan menentukan platform yang tepat dari target marketnya.

Webinar Literasi Digital Kota Bekasi, Jawa Barat, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Pada webinar kali ini hadir juga nara sumber lainnya seperti Henry V Herlambang, CMO Kadobox, Irma Nawangwulan, Lecture IULI, dan Sophie Beatrix, Psikolog Praktisi dalam bidang Pendidikan dan Industri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 5 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan