Bersikap Sopan dan Beradab di Dunia Digital

  • Bagikan
banner 468x60


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Tren informasi di dunia digital tidak bisa dihentikan, karena setiap menitnya selalu muncul informasi baru dari berbagai platform digital, baik positif atau negatif.

banner 336x280

Kita harus bersikap sopan dan beradab di dunia digital karena nyatanya kesopanan di ruang digital ini bisa menentukan masa depan. Menurut survei We Forum, sebesar 75 persen orang kehilangan pekerjaannya karena agresif dan menggunakan bahasa kasar di media sosial.

“Jejak digital itu nyata dan tidak bisa dihapus. Untuk itu kita harus lebih mengenal dengan sopan, attitude, beradab, dan etika,” tutur Iman Darmawan, Fasilitator Public Speaking dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (30/9/2021).

Keempat hal tersebut berkaitan dengan hubungan manusia dan lingkungannya, serta menyesuaikan. Sopan ialah kesadaran dengan perilaku yang akan ditampilkan dan bagaimana pengaruhnya terhadap hubungan manusia dan lingkungan. Attitude adalah pilihan perilaku yang ditampilkan. Beradab yaitu orang yang mengetahui aturan tentang adab dan sopan santun yang ditentukan. Lalu, etika sebagai adat dan kebiasaan yang berbeda yang disesuaikan tipikal organisasinya, prinsip moral yang mempengaruhi keputusan, cara seseorang menyeleksi, dan menyesuaikan.

“Di dalam dunia digital etika dan netiket semuanya bisa dicari di Google. Kita harus ingat dan sadar tentang perilaku diri sendiri. Selalu saring sebelum sharing dan melatih emosi agar bisa menjadi seseorang yang beretika, sopan, dan beradab,” ungkapnya.

Iman mengatakan, cara yang bisa dilakukan ialah dengan mengenali diri, lawan bicara, dan lingkungan. Sehingga kita bisa memahami kebutuhan terhadap sikap sopan dan beradab. Hal ini juga mengatur reaksi kita saat berinteraksi dnegan lawan bicara.

Menurutnya, mengedepankan sikap sopan santun akan menyelamatkan kita dari perselisihan baik di dunia digital maupun di dunia nyata.

Selain itu, membudayakan etika berdigital melalui konten, audio visual, dan persebarannya. Di samping itu, membudayakan etika berdigital perlu menghibur, menarik, dan mudah dipahami agar bisa diterima dan tidak terkesan menggurui.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (30/9/2021) juga menghadirkan pembicara, Maria Ivana Simon (Graphic Designer), Alda Dina Bangun (Guru SD Cahaya Bangsa Kota Baru Parahyangan), Eddy Purnomo (Digital Business Project Manager OCBC NISP), dan Fanny Fabriana (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 1 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan