Bangladesh Setujui Hukuman Mati bagi Pemerkosa di Tengah Protes 



Pemerintah Bangladesh menyetujui hukuman mati sebagai hukuman terberat dalam kasus-kasus perkosaan, Senin (12/10), menyusul protes berhari-hari menentang serangkaian serangan seksual.

Video yang memperlihatkan sekelompok laki-laki menyerang seorang perempuan viral di media sosial pekan lalu, memicu kemarahan di negara di Asia Selatan itu di mana kelompok-kelompok HAM mengatakan para korban perkosaan jarang memperoleh keadilan.

Dalam kasus lain awal bulan ini, para anggota mahasiswa dalam sayap partai yang berkuasa, didakwa melakukan perkosaan beramai-ramai. Tapi para demonstran mendesak hukuman yang lebih berat dan persidangan yang lebih cepat bagi mereka yang dituduh melakukan penyerangan.

Protes-protes terus berlanjut Senin (12/10) meskipun ada pengumuman dari kabinet Perdana Menteri Sheikh Hasina.

Upaya baru itu akan diberlakukan mulai Selasa (13/10), kata laporan kantor berita Perancis AFP. Berdasarkan UU sekarang ini, hukuman maksimal atas perkosaan di Bangladesh adalah penjara seumur hidup, kecuali korban perkosaan dibunuh.

Kelompok HAM setempat Ain-o-Salish Kendra mengatakan 889 perempuan telah diperkosa di Bangladesh antara Januari dan Agustus tahun ini. [vm/lt]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Israel Setujui Rencana Imigrasi 2.000 Yahudi Ethiopia 

Sel Okt 13 , 2020
Pemerintah Israel Senin (12/10) menyetujui rencana imigrasi bagi 2.000 warga Ethiopia yang keinginannya untuk pindah ke negara Yahudi itu telah memicu kontroversi dan menghadapi penundaan berkepanjangan. Kelompok itu merupakan anggota Falash Mura, keturunan Yahudi Ethiopia yang beralih keyakinan ke agama Kristen, banyak di antaranya di bawah tekanan, pada abad ke-18 dan 19. Mereka tidak diakui sebagai Yahudi oleh otorita kerabian Ortodoks Israel, tapi mengklaim berhak berimigrasi berdasarkan aturan reunifikasi keluarga. […]