AS Tuduh Taliban Rencanakan Pembunuhan di Afghanistan


AS menuduh Taliban berada di balik pembunuhan beberapa tokoh baru-baru ini di Afghanistan. AS mendesak kelompok pemberontak itu untuk menghentikan kekerasan “demi suksesnya perdamaian.”

Tuduhan Senin (4/1) itu dijatuhkan beberapa jam setelah Taliban menuduh pasukan AS melancarkan serangan udara terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai pemberontak, melanggar perjanjian bilateral 2020 yang bertujuan mengakhiri perang Afghanistan yang telah berlangsung lama.

Kontroversi itu terjadi ketika para pemimpin pemberontak dan wakil-wakil pemerintah Afghanistan yang didukung AS dijadwalkan bertemu di Qatar pada Selasa (5/1) untuk perundingan perdamaian putaran berikutnya.

Seorang juru bicara pasukan AS di Afghanistan menolak tuduhan bahwa mereka melanggar perjanjian dengan Taliban.

Kolonel Sonny Leggett menekankan dalam pernyataan Senin (4/1) bahwa militer AS telah “jelas dan konsisten” dalam tekadnya untuk membela pasukan keamanan Afghanistan untuk melawan serangan Taliban.

Ini pertama kalinya AS menyalahkan Taliban atas berbagai serangan di ibukota Afghanistan, Kabul, dan tempat lain di negara Asia Selatan yang dilanda konflik itu. Kebanyakan serangan itu belum diklaim oleh pihak mana pun.

Kekerasan dalam dua bulan belakangan telah menewaskan sedikitnya lima jurnalis, seorang wakil gubernur provinsi, aktivis masyarakat sipil dan seorang pengamat pemilu terkemuka.

Militan ISIS telah mengklaim tanggung jawab sebagian serangan, meskipun pemerintah Afghanistan telah menuduh Taliban berada di balik keseluruh pembunuhan itu. [vm/ ]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

AS Jauh Dari Target Vaksinasi 20 Juta Warga

Sel Jan 5 , 2021
Lebih dari 350.000 orang di AS meninggal karena COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona. Angka tersebut sekitar seperempat dari kematian di seluruh dunia akibat virus itu. Presiden Donald Trump mengatakan di Twitter, jumlah kasus COVID-19 dan kematian di AS dibesar-besarkan karena cara negara itu menentukan penularan COVID 19. Ahli penyakit menular terkemuka di AS, Dr. Anthony Fauci tidak setuju. “Angka kematian itu nyata. Maksud saya, yang perlu kita lakukan […]