AS Jauh Dari Target Vaksinasi 20 Juta Warga


Lebih dari 350.000 orang di AS meninggal karena COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona. Angka tersebut sekitar seperempat dari kematian di seluruh dunia akibat virus itu. Presiden Donald Trump mengatakan di Twitter, jumlah kasus COVID-19 dan kematian di AS dibesar-besarkan karena cara negara itu menentukan penularan COVID 19.

Ahli penyakit menular terkemuka di AS, Dr. Anthony Fauci tidak setuju.

“Angka kematian itu nyata. Maksud saya, yang perlu kita lakukan adalah pergi ke lapangan, pergi ke rumah sakit, melihat apa yang dihadapi para petugas kesehatan. Mereka dalam keadaan yang sangat tertekan.”

Dr. Anthony Fauci. (Foto: dok).

Upaya untuk memvaksinasi orang tersandung. Pada 31 Desember, sekitar 2,8 juta orang telah divaksinasi, hanya sebagian kecil dari target 20 juta yang ditetapkan pemerintah.

Hal itu disebabkan salah perhitungan tentang persediaan vaksin dan kurangnya kerjasama antara pemerintah federal, negara bagian, dan daerah.

Hingga kini tercatat lebih dari 4,2 juta orang Amerika telah menerima vaksin.

Dr. Fauci menambahkan, “Kita harus punya interaksi yang nyata, melakukan kemitraan nyata antara pemerintah federal dan negara bagian. Itulah yang kami coba lakukan. Semoga itu terwujud ketika kita memasuki awal tahun ini.”

Presiden Trump mengatakan, pemerintah federal telah menbagikan vaksin, tetapi negara bagian harus mempercepat pemberian suntikan vaksin.

Baik pemberantasan virus maupun kampanye vaksinasi, ini adalah sebuah perjuangan yang diharapkan bisa dimenangkan Amerika dalam tahun yang baru ini. [ps/jm]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sidney Mulai Wajibkan Masker Meski Tanpa Kasus Baru

Sel Jan 5 , 2021
Sidney, kota terbesar di Australia, Senin (4/1), mulai mewajibkan penggunaan masker dalam beberapa keadaan karena risiko pandemi. Orang-orang berisiko terkena denda 200 dolar Australia (hampir Rp.2,2 juta) di Sydney jika tidak mengenakan masker di pusat perbelanjaan, transportasi umum, dan berbagai area publik. Kepala Dinas Kesehatan negara bagian New South Wales Kerry Chant mengatakan, ia tidak dapat memastikan berapa lama peraturan baru itu akan berlaku. Negara bagian itu Senin (4/1) melaporkan […]