AS Jatuhkan Sanksi terhadap Dua Pemimpin Houthi di Yaman



Amerika Serikat, Selasa (2/3), menjatuhkan sanksi terhadap dua pemimpin senior kelompok militan Houthi di Yaman yang didukung Iran.

“Mansur Al-Sa’adi dan Ahmad ‘Ali Ahsan al-Hamzi bertanggung jawab mengatur serangan pasukan Houthi yang berdampak pada warga sipil Yaman, negara-negara perbatasan, dan kapal komersial di perairan internasional,” kata Departemen Keuangan AS dalam siaran pers.

“Tindakan-tindakan ini, yang memajukan agenda rezim Iran untuk melakukan destabilisasi, telah memicu konflik Yaman, membuat 1 juta lebih warga mengungsi dan menjerumuskan Yaman ke ambang kelaparan,” tambah pernyataan itu.

Departemen Keuangan mengatakan Al-Sa’adi, yang mendapat pelatihan di Iran dan menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut Houthi, merupakan dalang “serangan mematikan terhadap pelayaran internasional di Laut Merah.”

Departemen Keuangan juga menuduh pasukan Angkatan Laut Houthi memasang ranjau laut yang bisa membahayakan penangkapan ikan komersial dan pengiriman sipil. Al-Sa’adi juga dituduh menyelundupkan senjata Iran ke Yaman.

Ahmad ‘Ali Ahsan al-Hamzi, adalah Kepala Angkatan Udara dan Angkatan Pertahanan Udara Yaman yang berpihak pada Houthi. Selain pesawat tak berawak, ia dilaporkan memperoleh senjata dari Iran yang telah digunakan dalam perang saudara di Yaman. Ia juga diduga mendapat pelatihan di Iran.

Konflik di Yaman dimulai pada 2014 ketika kelompok militan yang juga dikenal sebagai Ansarallah, merebut ibu kota Sanaa dan kota-kota lain di utara negara itu. Koalisi yang dipimpin Arab Saudi pada 2015 mendukung pemerintah Presiden Yaman Abd Rabbu Mansur Hadi yang diakui secara internasional. [my/em]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

COVID-19: Studi baru untuk memeriksa respons vaksin pada pasien dengan gangguan sistem kekebalan | Berita Inggris

Rab Mar 3 , 2021
Respon imun terhadap vaksin COVID-19 pada pasien dengan kondisi imunosupresi tertentu akan diperiksa dalam sebuah studi baru. Pasien dengan kanker, radang sendi, penyakit ginjal atau hati, atau mereka yang menjalani transplantasi sel induk mungkin memiliki peluang lebih tinggi untuk mengalami komplikasi yang lebih parah dari virus korona. Kondisi medis yang mendasari dan pengobatan yang diterima beberapa pasien sebagai bagian dari perawatan mereka dapat melemahkan sistem kekebalan – itulah sebabnya mereka […]