AS Bahas Siapa Prioritas untuk Terima Vaksinasi Covid-19



Anggota komite penasihat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit A.S. (CDC) Selasa (1/12) bertemu untuk menentukan siapa yang harus mendapat vaksinasi virus corona terlebih dahulu setelah vaksin disetujui.

Komite Penasihat untuk Praktik Imunisasi CDC ingin memberi tahu publik tentang rekomendasinya sebelum keputusan diumumkan oleh Badan Pengawas Pangan dan Obat (FDA) AS, kata ketua komite Dr. Jose Romero kepada CNN, Selasa.

FDA sedang mempertimbangkan permintaan darurat dari Pfizer untuk mengesahkan penggunaan vaksinnya. Moderna hari Senin mengatakan pihaknya juga akan mengajukan izin serupa.

CDC telah merekomendasikan agar pekerja layanan kesehatan garis depan dan personel pendukungnya menerima dosis pertama. CDC juga mengatakan penghuni panti jompo dan fasilitas perawatan jangka panjang lainnya harus menjadi yang pertama dalam menerima vaksinasi.

Beberapa jam setelah pengumuman Moderna, Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Alex Azar mengatakan kantornya akan mengumumkan keputusan hingga seminggu setelah memutuskan permohonan izin Pfizer.

Dr. Larry Corey dari University of Washington, yang memimpin uji klinis vaksin di AS, mengatakan setelah vaksin Pfizer dan Moderna disetujui, kedua perusahaan bisa membuat 50 juta dosis pada Januari.

Komite penasihat bertemu satu hari setelah menurut Universitas Johns Hopkins hampir 139.000 kasus baru virus corona dan 826 kematian dilaporkan di AS.

Selama berbulan-bulan, AS terus memimpin dunia dalam jumlah infeksi virus corona, dengan lebih dari 13,5 juta dari 63,3 juta kasus di dunia. Lebih dari 268.000 orang meninggal karena COVID-19 di A.S., lebih banyak daripada di negara lain, menurut Johns Hopkins, yang melaporkan 1,47 juta kematian di seluruh dunia.

Di Eropa, yang juga mengalami lonjakan infeksi virus corona dan kematian terkait virus tersebut, BioNTech dan Moderna telah mengajukan permohonan ke Uni Eropa untuk persetujuan vaksin mereka, kata Uni Eropa, Selasa. Pejabat Uni Eropa diharapkan akan memutuskan setidaknya satu dari sejumlah vaksin pada akhir Desember.

BioNTech telah mengajukan permohonan izin serupa ke FDA. Vaksinnya sedang ditinjau di Australia, Kanada, Jepang, dan di negara lain.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak dimulai hampir setahun yang lalu, pandemi virus corona secara dramatis telah meningkatkan jumlah orang yang mengalami kemiskinan ekstrem.

Dalam laporan kemanusiaan tahunannya, PBB mengatakan, 235 juta orang, atau satu dari 33 orang, akan memerlukan bantuan untuk kebutuhan dasar seperti makanan, air, dan sanitasi pada tahun 2021, kenaikan 40% dari tahun ini.

Laporan itu mengatakan negara-negara dengan kebutuhan terbesar untuk bantuan kemanusiaan tahun depan adalah Afghanistan, Suriah, Yaman, Republik Demokratik Kongo dan Ethiopia.

Laporan itu juga mengatakan sumbangan PBB mencapai rekor $17 miliar pada tahun 2020 untuk tanggapan kemanusiaan di seluruh dunia. [my/ka]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Iran Mungkin Tangguhkan Inspeksi PBB, pasca Pembunuhan Ilmuwan Nuklir

Rab Des 2 , 2020
Parlemen Iran telah menyetujui rancangan undang-undang (RUU) yang akan menangguhkan inspeksi PBB terhadap fasilitas nuklir negara itu, jika sanksi terhadap minyak dan perbankannya tidak dicabut. Tindakan tersebut, yang disetujui Selasa (1/12), juga akan meminta pemerintah untuk meningkatkan pengayaan uraniumnya jika negara-negara Eropa yang menandatangani perjanjian nuklir 2015 gagal memberikan keringanan sanksi. Parlemen mengesahkan RUU itu sebagai tanggapan atas pembunuhan ilmuwan nuklir terkemuka Iran, Mohsen Fakhrizadeh pada hari Jumat. RUU tersebut […]