Artotelgroup dan Far East Hospitality Jalin Kerjasama Strategis Untuk Pengembangan Bisnis Secara Global – MAJALAH EKSEKUTIF # terbit sejak 1979 –


JAKARTA – Untuk mengembangkan jaringan bisnisnya ke kawasan Asia Tenggara, ARTOTEL Group menjalin kerjasama strategis dengan RUMAH SAKIT TIMUR JAUH (FEH), salah satu perusahaan perhotelan terkemuka dari Singapura. Kerjasama strategis ini ketakutan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara Founder & CEO ARTOTEL Group Erastus Radjimin dan CEO FEH Arthur Kiong Kim Hock belum lama ini.

Di tengah kondisi industri pariwasata Indonesia yang masih belum pulih akibat hantaman Pandemi Covid 19, kerjasama ini menjadi terobosan baru bagi ARTOTEL Group di awal tahun 2021 dapat mewujudkan impiannya untuk meluaskan jaringan bisnisnya ke tingkat regional Asia Tenggara.

Kerjasama strategis ini mencakup beberapa aspek yang melayani untuk pengembangan bisnis dan merek kedua perusahaan, antara lain bidang operasional dan infrastruktur pelatihan bagi karyawan dari kedua perusahaan. Pihak lain, melalui kerjasama ini FEH dapat menjangkau pasar Indonesia yang merupakan populasi terbesar di kawasan Asia Tenggara melalui jaringan distribusi dan ekosistem ARTOTEL Group sehingga ARTOTEL Group menjadi perusahaan perwakilan FEH di Indonesia.

Sebagai kelompok perusahaan perhotelan yang dinamis, FEH lebih dari 100 hotel dengan 9 merek hotel dari kelas menengah hingga mewah yang berada di 8 negara, di kawasan Asia Pasifik, dengan total jumlah kamar 16.500. Dengan pendekatan yang mengutamakan pelanggan, FEH mengklasikasikan brandnya sesuai dengan profil wisatawan, di antaranya penjelajah perkotaan, wisatawan yang sadar kesehatan, penghubung sosial, dan wisatawan konvesional, untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan dari wisatawan menciptakan masa kini. FEH juga terus mengembangkan jaringan hotelnya baik secara lokal maupun regional dengan target 2 properti baru yang akan dibuka pada kuartal pertama 2021 dan properti baru lainnya yang juga dipersiapkan tahun ini meskipun masih dalam kondisi pandemi.

Founder & CEO ARTOTEL Group Erastus Radjimin mengatakan, kerjasama ini terjalin karena adanya visi yang sama antara kami dan FEH dalam hotel-hotel butik dengan gaya hidup masa kini serta keinginan untuk saling membantu dalam pengembangan bisnis di kawasan Asia Tanggara.

“Kami sangat senang dapat bermitra dengan tim manajemen FEH dimana kami dapat bertukar pengalaman dan ilmu dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada para tamu. Kami pun bersedia untuk menyediakan sumber daya dan ekosistem terbesar kami di pasar domestik Indonesia untuk mendukung pengembangan jaringan bisnis FEH di Indonesia. Pada akhirnya, kami berharap kerjasama ini dapat membantu kedua perusahaan melakukan pemulihan bisnis paska kejadian Pandemi dan juga dapat mendorong pemulihan industri pariwisata di kedua negara ”. Ujarnya.

CEO Far East Hospitality Arthur Kiong menambahkan, wisatawan Singapura dan Indonesia merupakan pasar utama bagi ARTOTEL Group dan FEH. Sehingga, kami melihat kerjasama ini menjadi sinergi yang kuat bagi kedua negara. ARTOTEL Group memiliki distribusi yang besar di Indonesia yang tidak kami miliki, dan dari perspektif merek arsitektur, ARTOTEL Group memiliki segmen khusus yang saat ini tidak kami wakili. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi “Gelembung Perjalanan” antara kedua negara, dengan kerjasama ini kami dapat memanfaatkan kekuatan portofolio gabungan kami untuk menarik wisatawan baik secara domestik maupun regional.



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pasien Sembuh Terus Meningkat Mencapai 1.526.978 Orang - Berita Terkini

Sab Mei 1 , 2021
JAKARTA – Perkembangan pasien sembuh per 1 Meu, jumlahnya sudah melebihi angka 1,5 juta orang atau angka tepatnya bertambah menjadi 1.526.978 orang dengan persentasenya di angka 91,3%. Angka kesembuhan kumulatif ini meningkat dengan adanya penambahan pasien sembuh harian sebanyak 4.344 orang.  Untuk jumlah kasus aktif atau pasien yang masih membutuhkan perawatan medis. Per hari ini bertambah sebanyak 37 kasus dan jumlah totalnya sebanyak 100.250 kasus dengan persentasenya di angka 6,0%. […]