Alih Profesi, Banting Setir Jadi Penjahit Kostum Si Pus


Ini mungkin bukan kelas adibusana, tetapi mantan guru sekolah di Bogor, Jawa Barat berani banting setir alih profesi menjadi penjahit. Fredi Lugina Priadi, berhasil menemukan pasar yang menguntungkan untuk busana kucingnya, menciptakan kostum unik dan pakaian cosplay untuk kucing.

Setelah berhenti dari pekerjaannya sebagai guru, ia mencoba berbagai bisnis, termasuk menjalankan bengkel sepeda motor, sebelum menemukan ide untuk mengembangkan bisnis busana kucing, sebuah ide dari salah satu sepupunya yang merupakan pecinta kucing.

Pria berusia 39 tahun itu sekarang bekerja sebagai pemasok pakaian untuk pemilik hewan peliharaan yang ingin mendandani kucing mereka dalam segala hal, mulai dari pakaian superhero untuk tokoh-tokoh, seperti Thor dan Superman hingga karakter cosplay, seragam perawat, dan bahkan pakaian tradisional Islami.

“Awalnya sepupu saya yang suka kucing memberi saya ide untuk membuat kostum ini dan menurut saya itu aneh,” kata Fredi.

“Namun, ternyata lucu melihat mereka dengan kostum,” katanya, berbicara dari bengkel sederhana dengan mesin jahit kepada Reuters.

Seekor kucing sedang menyisir rambutnya di Caturday Cafe di Bangkok, Thailand, Jumat, 8 Mei 2020. (Foto: AP)

Seekor kucing sedang menyisir rambutnya di Caturday Cafe di Bangkok, Thailand, Jumat, 8 Mei 2020. (Foto: AP)

Sejak mendirikan bisnis online tiga tahun lalu, dia sekarang menghasilkan hingga Rp 3 juta sebulan jika dia menjual setidaknya empat potong sehari. Setiap pakaian dihargai antara Rp 84.600-Rp 141 ribu.

Salah seorang pelanggannya, Risma Sandra Irawan, sudah membeli setidaknya 30 pakaian Sogan untuk kucingnya dan memesan kostum-kostum untuk acara-acara khusus, seperti Idulfitri atau Natal.

“Ini untuk iseng saja … bisa menghilangkan stres kita,” kata Risma yang membuat akun di platform media sosial TikTok memamerkan pakaian Sogan yang memiliki lebih dari 50 ribu pengikut.

Meskipun banyak yang menganggapnya lucu, Fredi juga menerima beberapa komentar negatif di media sosial dari mereka yang menganggap mendandani kucing itu kejam. Untuk itu, dia menyarankan pembeli untuk tidak memakaikan kostum pada hewan peliharaan mereka terlalu lama.

Memang, setelah booming unggahan media sosial tentang hewan peliharaan yang didandani, seringkali dengan pose atau pakaian yang semakin aneh, beberapa kelompok hewan mengeluarkan pedoman. Pedoman ini bertujuan untuk membuat pemilik lebih menyadari tanda-tanda hewan peliharaan mereka tidak merasa nyaman. [ah/au]



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ini manfaat konsumsi bawang bombai untuk kesehatan

Rab Des 2 , 2020
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bawang bombai sering dimanfaatkan sebagai penyedap masakan. Faktanya, bawang bombai memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.  Para penghobi masak dan kuliner pasti sudah tidak asing dengan bawang bombai.  Baca Juga: Ini manfaat jahe merah sebagai obat herbal yang harus Anda ketahui Tidak heran, bawang bombai kerab dimanfaatkan sebagai salah satu bumbu penyedap masakan dan diolah menjadi keripik. Bawang bombai memiliki citarasa manis sehingga lezat untuk dijadikan camilan. Faktanya, […]