Adaptasi new normal saat pandemi virus corona masih belum mereda


KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pandemi Covid-19 masih berlanjut dan jumlah pasien baru terpapar corona terus ada. Namun, hidup terus bergulir maka mau tidak mau kita harus menjalankan aktivitas agar bisa memenuhi kebutuhan hidup. Maka mau tidak mau kita harus melanjutkan kehidupan dengan kebiasaan baru atau disebut dengan new normal.

Di masa new normal ini,  semua orang dituntut melakukan adaptasi terhadap kondisi lingkungan yang masih dikelilingi pandemi. Menurut Aestika Oryza Gunarto, Sekretaris Perusahaan BRI, new normal adalah pilihan yang tidak bisa dilawan jika ingin tetap melanjutkan hidup. “Mau tidak mau, bisa atau tidak bisa kita harus dapat menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan kenormalan baru,” ujarnya pada Kontan.c,id, Minggu (3/1).

Dari waktu ke waktu, perubahan situasi pasar juga semakin kompleks dan cepat. Pandemi ini membuat perubahan menjadi berkali lipat lebih cepat. Aestika memandang, orang-orang yang bisa bertahan ke depan adalah mereka yang beradaptasi dengan cepat.

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, Minggu (3/1): Bertambah 6.877 kasus, selalu jaga jarak

Ia mengaku sudah banyak melakukan adaptasi terhadap kondisi yang ada saat ini. Pertama, Aest selalu selalu disiplin dan konsisten menerapkan protokol kesehatan dimanapun ia berada. Kedua, tetap produktif di tengah keterbatasan. Caranya, dengan aktif menggunakan teknologi digital  seperti virtual meeting, digital collaboration tools, dan lain-lain 

Awal menerapkan new normal, Aest tentu merasa berat. Namun, perlahan ia bisa beradaptasi dan banyak hal positif juga yang diraih dari kondisi new normal tersebut seperti kesadaran diri akan gaya hidup sehat dan digital awareness kita dalam memanfaatkan teknologi sebagai solusi yang ternyata lebih efisien.

Adapun hal yang hilang dirasakan Aest saat ini dibandingkan masa normal adalah ketidakleluasaan untuk bepergian, mendatangi tempat keramaian, dan berkumpul bersama rekan-rekan atau sahabatnya seperti dulu lagi.  “Namun, hidup adalah tentang sebuah perjalanan, tentang cara menjalaninya dan memberi arti pada perjalanan itu. Selamat berkarya terus dengan tujuan menjadi bih baik dan luar biasa,” pungkasnya. 

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

 



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Julian Assange tidak dapat diekstradisi ke AS, aturan hakim Inggris | Berita Inggris

Sen Jan 4 , 2021
Pendiri WikiLeaks Julian Assange tidak dapat diekstradisi ke AS, kata seorang hakim di Old Bailey. Hakim Vanessa Baraitser mengatakan dia menolak ekstradisinya karena khawatir dia bisa bunuh diri. Pemerintah AS mengatakan akan mengajukan banding atas keputusan tersebut. Jaksa AS telah mendakwa Assange atas 17 tuduhan spionase dan satu tuduhan penyalahgunaan komputer atas publikasi dokumen militer dan diplomatik yang bocor dari WikiLeaks pada tahun 2010. Aktivis Australia berusia 49 tahun ditangkap […]