7 Tips Agar Terhindar dari Ancaman Siber di Internet

  • Bagikan
banner 468x60


JAKARTA,- Peningkatan jumlah pengguna internet mengalami pertumbuhan hingga 73,7% pada tahun 2019 dengan jumlah 196,7 juta pengguna. Bertumbuhnya orang yang memakai intererdapat ancaman keamanan juga di dalamnya dan rentan terjadi serangan kejahatan cyber.

banner 336x280

“Ancaman itu bisa berupa spam yaitu email yang kerap datang berubi-tubi ke mailbox kita, malware kode berbahaya berupa virus worm, dan trojan, hingga spyware program jahat yang ada di dalam komputer yang memata-matai aktivitas pemiliknya di internet lalu mencuri data pribadi seperti username, password, dan informasi rekening bank,” kata Juniar Sinaga, Dosen Universitas Pelita Bangsa saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, pada Rabu (18/8/2021).

Dia pun memberikan 7 tips agar terhindar dari ancaman cyber di internet:

1.Pastikan Anda mem-back up data di komputer secara rutin. Sebab malware, spyware tidak hanya mencuri informasi pribadi dan perusahaan, namun juga bisa menghilangkan data.

2.Jangan pernah membuka file attachment atau link yang berasal dari sumber yang tidak dikenal, di email, whatsapp, sms, maupun media sosial.

3.Sebelum membuka file, scan terlebih dahulu file tersebut dengan anti virus. Jangan lupa untuk mengupdate anti virus secara rutin.

4.Hapus semua pesan yang tidak dikenal, jangan membukanya. Jika tiba-tiba salah satu teman mengirimkan pesan aneh di media sosial jangan membalas atau membuka file tersebut.

5.Selektiflah dalam memilah-milah file yang kita download dari internet ke dalam komputer.

6.Jangan pernah membuka atau klik situs yang ditawarkan atau diinformasikan oleh email yang tidak kita kenal.

7.Perbarui sistem keamanan dan web browser dengan patch terbaru.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Bhakti Santana, Divisi Riset Edukasi4ID, Mardiana R.L, Vice Principal Kinderhouse Pre-School, dan M.Raudy Gathmr, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi President University.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 4 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini



Source link

!-- Composite Start -->
  • Bagikan