Menperin ajukan penghapusan PPnBM mobil rakyat ke Menkeu

  • Share



Industri otomotif merupakan kunci dari pertumbuhan ekonomi sebuah negara

Jakarta (ANTARA) – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengajukan penghapusan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) khusus untuk produk mobil rakyat kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Mobil rakyat itu yang harganya Rp240 juta. Itu bukan merupakan barang mewah, jadi kami sudah mengajukan penghapusan PPnBM untuk mobil rakyat itu,” kata Menperin saat menggelar konferensi pers akhir tahun di Jakarta, Rabu.

Selain dijual dengan harga Rp240 juta, Kemenperin mendefinisikan mobil rakyat sebagai mobil dengan kapasitas mesin maksimal 1.500 cc dan memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 80 persen.

“Dengan harga Rp240 juta itu jelas lebih murah dibandingkan mobil lainnya. Selain itu, TKDN 80 persen itu bisa dikatakan bahwa itu mobil Indonesia,” ujar Agus.

Pada kesempatan tersebut, Menperin menyampaikan bahwa industri otomotif merupakan kunci dari pertumbuhan ekonomi sebuah negara.

Selain itu, Menperin juga telah mengajukan insentif yang berbasis emisi karbon, di mana semakin kecil kendaraan menghasilkan emisi karbon, maka akan semakin kecil pula pengenaan pajaknya.

“Jadi, ini kami ajukan juga kepada Menkeu untuk dapat ditindaklanjuti,” ujar Agus.

Sedangkan, terkait diskon PPnBM untuk industri otomotif yang akan berakhir pada akhir 2021, Menperin belum memastikan apakah kebijakan tersebut akan berlanjut atau tidak.

Baca juga: Menperin janji perjuangkan PPnBM otomotif nol persen dipermanenkan

Baca juga: Kemenperin: PMI manufaktur RI 57,2 bukti industri otomotif ekspansif

Baca juga: Presiden: Kebijakan PPnBM relaksasi industri otomotif saat pandemi

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021



Source link

banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *