Warning: sprintf(): Too few arguments in /home/u8477442/public_html/mediainternasional.com/wp-content/themes/default-mag/assets/libraries/breadcrumb-trail/inc/breadcrumbs.php on line 254

​5 Hal produktif yang bisa dilakukan di rumah


KONTAN.CO.ID – Selama masa pandemi Covid-19, sebagian besar masyarakat harus di rumah saja untuk mencegah penularan virus corona. 

Berbulan-bulan di rumah saja tentu bisa menimbulkan rasa bosan. Untuk itu, selama di rumah saja atau dalam masa karantina kita tetap harus aktif dan produktif. 

Ada banyak hal yang bisa dilakukan selama di rumah saja. Sebab, periode di rumah saja selama masa pandemi ini memberikan masyarakat lebih banyak waktu luang daripada yang pernah dimiliki. 

Baca Juga: Berbelanja di pasar tradisional dengan tetap mematuhi 3M

5 Hal produktif yang bisa dilakukan di rumah

Dirangkum dari laman Orientation.agency, berikut 5 hal yang bisa produktif yang bisa dilakukan di rumah saat masa pandemi:

1. Baca buku atau serial yang sudah lama ingin dibaca

Membaca buku dapat melatih otak, membangun kosakata, menurunkan stres dan juga meningkatkan imajinasi. Di rumah saja memberikan waktu luang yang bisa dimanfaatkan untuk membaca buku yang selama ini ingin kita baca. 

2. Tonton serial dokumenter

Luangkan waktu untuk menonton dokumenter dan pelajari subjek favorit Anda. Menonton film dokumenter bisa memperkaya pengetahuan dan pemahaman kita mengenai subjek tertentu. 

Baca Juga: Ini yang perlu diperhatikan saat membersihkan tangan dengan tisu basah



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Separuh Remaja Yakini Perempuan Harus Patuhi Suami

Jum Des 4 , 2020
YOGYAKARTA (VOA) —  Remaja di Indonesia sudah memiliki pandangan gender yang stereotip sejak dini. Sikap itu setidaknya bisa disimpulkan dari hasil penelitian Global Early Adolencent Study (GEAS), yang dilakukan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM). Anggriyani Wahyu Pinandari, salah satu peneliti memaparkan, penelitian ini menyasar 4.681 remaja usia 10-14 beserta orang tua mereka. Mereka bersekolah di 18 SMP Negeri, di Kota Denpasar, Semarang, dan Lampung. […]